Tuesday, January 29, 2013

Kangen


Kangen yang lahir bukan dari tragedi, bukan pula drama, komedi, atau cerita orang kesepian. Kangen ini lahir dari sebulan yang bergulir di dalam roda waktu sebuah kota. Kota itu bernama Surabaya. Masa transisi hati dan suasana dari kota yang ramah senyum, ke kota pahlawan yang sedikit arogan. Kuatkan keyakinan untuk selalu berpegang pada teguh kemauan, untuk berbuat yang lebih baik, Hani.

Kembali ke atmosfer kangen, tiap tetes tatapan kota ini adalah objek-objek baru pengalaman hidup. Adakah di tiap ruangnya berisi makna? Aku pikir iya, tapi tergantung sikap dan pemahaman untuk memaknainya. Banyak teori hidup yang sepertinya butuh penyesuaian, tentunya dalam koridor jati diri sendiri. Tetap menjadi diri sendiri adalah keharusan untuk berjuang memperjuangkan tahapan dan kualitas hidup yang lebih baik. Kangen memunculkan nostalgi, saat peluh dibayar lunas dengan tawa dan senyuman kebahagiaan.
Atmosfer. Aku terbawa pada suasana riuh tipis di setiap sudut romantis kota ini. Bersama keluarga, kekasih, sahabat dan teman lainnya. Ruh Jogja begitu melekat dan pekat. Jelas itu hanya beberapa, aku tidak dapat menolak kangen yang satu ini.
Halo Jogja dan kalian yang pernah mengisinya, aku kangen.

Friday, January 11, 2013

Jogja-Solo

Maukah kamu hidup dengan caraku?

Katakan, bagaimana caramu?

Sesederhana tinggal di Jogja dan pergi mencari ilmu di Solo.

Becanda. Apa enaknya?

Aku tahu Jogja memang terlalu padat sekarang, tetapi ada satu hal yang tak dapat kamu abaikan. Bahwa perjalanan pulang dan pergi ke tempat mencari ilmu setiap hari adalah hal yang paling membuat letih dan memakan banyak waktu.

Lantas, apa bedanya dengan apa yang kamu tawarkan?

Lihat kereta itu, yang selalu penuh di pagi hari dari arah Solo ke Jogja. Di sore hari akan berbalik, arah Jogja ke Solo jadi terlalu ramai sampai sesak. Coba bayangkan, bila kita berangkat ke Solo di pagi hari dan pulang ke Jogja di sore hari. Kereta yang melawan arus dari lalu lalang pelaju di sini hanya ditumpangi oleh sedikit orang. Bukankah ini menyenangkan? Aku pun yakin bahwa dengan melawan arus ini kita tak akan dekat dengan kelaparan. Setiap hari kita tetap dapat membeli roti sebanyak yang kamu mau dan susu yang melimpah sampai kekenyangan. Maafkan bila aku tak dapat menjanjikan kilauan emas berlebih seperti yang mereka miliki. Tetapi bisa juga tidak demikian, asalkan kamu percaya.


Aku lebih dari percaya atas apa yang kamu katakan. Kemilau-kemilau itu tidak begitu aku pedulikan. Bisa menikmati waktu luang lebih banyak dalam hidup dan memaknainya bersamamu adalah yang lebih aku utamakan. Kita lawan saja arus ini, bukan karena merasa lebih hebat bila begini, tetapi memang tujuan hidup kita berbeda dengan mereka.

dari masa lalu dari sebuah perbincangan ratusan kilometer tentang sebuah masa.