Perempuan itu gampang naksir dengan hal sepele.
Tidak perlu kekuatan super atau jampi untuk
menarik perhatian mereka. Beberapa perempuan bisa langsung jatuh hati
dengan kejadian yang seringkali dianggap remeh:
Seorang lelaki yang membawa damai dg berkata:
” Tenang, aku yg handle bagian sini. Kamu konsen sama bagianmu aja. “ atau
” Tenang, kan kita punya Tuhan. “
Seorang lelaki yang mengumandangkan adzan dengan syahdu.
Seorang imam yang melafalkan Al Fatihah dengan fasih.
Seorang lelaki dengan humor yang ga garing.
Seorang lelaki yang memaklumi sisi lemah perempuan, menunggui mereka menangis sesenggukan tanpa menginterupsi.
Perempuan harus mengumpulkan keberanian untuk berdandan.
Seorang perempuan bisa menghabiskan waktu
berjam-jam (bahkan berhari-hari) untuk memutuskan apakah dia akan
merubah penampilannya yang konvensional menjadi lebih dinamis. Mereka
akan menghabiskan waktu berpatut di cermin, ditemani bermacam baju yg
sudah berserakan di lantai. Bingung. Jika perempuan dandan, itu tandanya
mood mereka sedang baik. Jangan merusaknya dengan berkata ” Eh, kamu
dandan ya? Wuuush… “, terutama untuk para lelaki, karena kalimat itu
akan membuat mereka kecewa dan hilang keberanian untuk berdandan lagi.
Jika kalimat itu datang dr sesama perempuan, efeknya akan berbeda.
Sesama perempuan justru bisa saling koreksi, saling memberi tips and
tricks, dan berkata ” Cantik lho kamu hari ini. “
Perempuan sangat pintar berkamuflase.
Jika sedang jatuh cinta, perempuan bisa
menyembunyikannya dengan apik. Tampil kalem di depan orang yg mereka
taksir, padahal hatinya meletup-letup. Berusaha cool saat
lelaki-berpredikat-suami-idaman menyapa di lorong kampus, padahal
hatinya lonjak-lonjak kegirangan.
Perempuan itu masih konvensional.
Menunggu ditemukan, tarik ulur, sok jual
setengah mahal. Itulah yang mereka lakukan dalam fase pencarian jodoh.
Tentu mereka juga do something ( memberi sinyal rumit, senyum
semenawan mungkin, dan memberikan perhatian yang tidak mereka bagi ke
semua lelaki), tapi pada akhirnya mereka yang akan tetap menunggu, dengan sabar. Menunggu jodoh yang masih tersesat entah dimana, sembari berdoa: ” Semoga yang terbaik menurut saya, juga terbaik menurut Tuhan. “
Perempuan itu selalu jujur pada sahabat-sahabatnya.
Pertemuan para perempuan akan menjadi momen
yang emosional. Mereka akan bertutur dengan jujur, dari kehidupan cinta,
pencapaian, dan yang tidak boleh ketinggalan: gosip. Mereka akan saling
tahu siapa naksir siapa, siapa mengidolakan apa, bahkan siapa benci
siapa. Forum perempuan akan dimulai dengan mata yang mengerjap
penasaran,cerita yang mengalir bergantian, dan diakhiri dengan tawa
cadas (yg seringkali menertawakan diri sendiri). Sungguh kaya, mereka
bahagia.
Tampan bukanlah segalanya.
Bagi perempuan, tampilan fisik seringkali tidak menjadi prioritas dalam kriteria jodoh.
Mereka sangat mencari faktor ‘nyaman’ saat menjalin sebuah hubungan.
Nyaman di sini beraneka macam indikatornya. Misalnya: nyambung
obrolannya, nyambung guyonannya, merasa aman dan diayomi, dan masih banyak lagi. Intinya, ketika perempuan merasa klik dengan seseorang, maka dia tidak sungkan memberikan sinyal-sinyal yang harus bisa dipahami oleh lelaki dengan baik. Seorang teman pernah berkata: “Jodoh yang sholeh itu nilainya 1. Kalo mapan, pintar,
tp ga sholeh nilainya 0. Kalo sholeh, mapan, pintar, nilainya 100. Tapi
jangan kebanyakan juga 0-nya. Susah dicari.” Maka perempuan akan jatuh
cinta pada lelaki bernilai 1000: sholeh, nyaman, mapan, dan pintar. Syukur-syukur ganteng, hingga nilainya jadi 10.000. :)
*catatan khusus: kriteria ‘mapan’ di sini bukanlah sisi matre dari perempuan. Mereka kaum yg realisitis. Setahu saya, kita tidak bisa mengandalkan cinta untuk kehidupan yang lebih serius nanti. Istilah bekennya:
“Mau makan cinta?”. Tapi perempuan juga akan dengan senang hati
berusaha bersama untuk menjadi mapan. Beberapa dari mereka justru sangat
bersemangat untuk bekerja. Jadi, jangan syedih ya :)
Perempuan sangat senang dibilang cantik.
Oke, yang ini bukan rahasia.
P.S:
Yang saya tuliskan hanyalah beberapa hasil
pengamatan yang saya lakukan belakangan ini. Terimakasih untuk semua
perempuan yang secara tidak sadar telah membantu. Tentu saja tidak semua
perempuan memiliki rahasia yang sama. Masih banyak sisi perempuan yang
tidak terduga, mengejutkan, dan misterius. Kau yang harus menemukannya
sendiri. Tanya saja mereka.