Tuesday, February 21, 2012

Bahagia adalah Pilihan

Yg memutuskan utk tertawa adl kita bukan orang lain, berarti jika ingin bahagia, itupun adalah krn keputusan kita

Rahasia Besar di Balik Keterbatasan

Untuk kesekian kalinya saya menulis via twitter (dan sekang sy copy di FB) dan semoga, tulisan tentang Keterbatasan ini bisa menjadi pengingat sahabat hebat semua. Bahwa Kelebihan dan Kekurangan adalah patut disyukuri.
1. Oke, mulai. Pas juga jamnya sudah 21.30 (menurut HP saya). Sahabat, materi kita kali ini adalah #Keterbatasan. Catet!!
2. Sering saya mendengar keluh kesah dari kawan, tetangga, klien, atau juga orang baru seputar Keterbatasan diri.
3. Ada yang merasa tidak Percaya Diri (PD) karena ia merasa tubuhnya kurang bagus, wajahnya kurang rupawan, dan sejenisnya.
4. Ada yang malu bergaul, karena masih merasa miskin atau pengangguran. Malu karena masih naik motor pun ada.
5. Sebagian menganggap Keterbatasan adalah kelemahan untuk dijadikan sebagai alasan untuk tidak berbuat yang GEMILANG.
6. Bahkan sebagian “memanfaatkan” Keterbatasan dirinya agar dikasihani orang lain. (Semoga kita Bukan termasuk di dalamnya)
7. Sebenarnya, bagaimana sebaiknya kita menyikapi KETERBATASAN? Perlu diingat, segala yang Tuhan ciptakan tidaklah sia-sia.
8. KETERBATASAN itu adalah PENYELAMATAN. Ini statement saya yang sahabat hebat perlu catat sebagai bahan dasar twit kali ini.
9. Ya, Keterbatasan ternyata bukanlah kutukan. Ia adalah PENYELAMATAN dari Tuhan yang Maha Adil.
10. Contoh, mata kita. Coba kalau mata kita tidak punya keterbatasan, kan serem! Kita jadi bisa melihat bakteri & virus.
11. Belum lagi kalau kita jadi bisa melihat setan dan jin. Apa nggak makin risih hidup kita. Tuh kan, jadi bersyukur? Bahwa terbatas itu baik.
12. Itu baru mata. Coba perhatikan telinga kita yg serba terbatas, yg hanya bisa mendengar suara dgn frekuensi tertentu.
13. Itu juga PENYELAMATAN. Bayangkan seandainya telinga kita bisa mendengar semua jenis suara. Pasti begitu berisik.
14. Dan kalau mau kita kaji, ternyata manusia diciptakan dengan segala keterbatasannya agar kita menjadi selamat.
15. Itu baru yang nampak/ fisik, bagaimana jika keterbatasan itu adalah kondisi?? Misal, kemiskinan, tinggal di daerah terpencil dll.
16. Sahabat, saya tanya, berapa banyak anak yang dulunya lahir dari keluarga miskin sekarang jadi milyarder?
17. Artinya, kemiskinan pun adalah PENYELAMATAN. Karena miskin mereka jadi punya daya juang, bekerja keras merubah nasib.
18. Tentu semua ini kembali kepada pribadi kita, mau menjadikan KETERBATASAN sebagai ALASAN atau PEMACU.
19. Karena banyak juga yang mendapat Keterbatasan berupa kemiskinan, kemudian malah terus menyalahkan keterbatasannya.
20. Contoh lagi, bagaimana yang fisiknya terbatas atau cacat. Apakah ini PENYELAMATAN? Saya tetap yakin YA!!
21. Beethoven, Tuli malah menjadi Maestro Musik. Nick Vujicic, lahir tanpa lengan tanpa kaki malah jadi Motivator Dahsyat!!
22. Kembali lagi, semua tergantung bagaimana kita menyikapi segala keterbatasan ini.
23. Karna saya yakin. Keterbatasan diciptakan untuk membuat cerita Anda lebih indah. Buktinya? Cerita pak @jamilazzaini
24. Klo seandainya kala itu beliau anak orang kaya. Apakah cerita pak @jamilazzaini akan membuat Anda terinspirasi?
25. Namun, begitu beliau menggapai sukses. Maka cerita perih pun menjadi Indah & menginspirasi.
26. Saya kasih contoh lagi bahwa Keterbatasan adalah Penyelamatan. Yaitu UMUR.
27. Bayangkan jika Anda hidup selamanya. Maka tak ada gairah Anda untuk bersembahyang untuk mengenal Tuhan.
28. Karena kita tak akan pernah menemui siksa dan hari pertanggung jawaban. Kita jadi seenak hati.
29. Melakukan banyak hal buruk yang pasti akan merusak diri kita sendiri. Belum lagi efek jenuh hidup.
30. Dan bukannya dalam dunia Marketing, semakin terbatas malah Semakin Mahal, betul? Limited Edition.
31. So, kalau hari ini Anda punya Keterbatasan. Jangan minder. Karena artinya Anda adl LIMITED EDITION –> MAHAL.
32. Bener kan, bahwa KETERBATASAN adalah PENYELAMATAN. Karena Tuhan ingin Anda menjadi para Pengupaya Kehebatan.
33. Bahkan Nabi Muhammad SAW Lahir dengan berbagai KETERBATASAN. Ingat??
34. Yatim Piatu sejak kecil dan buta huruf, tapi pada akhirnya beliau menjadi manusia mulia paling berpengaruh.
35. Ini juga mengisyaratkan, mereka yang saat ini ‘ditempeli’ oleh KETERBATASAN, sebenarnya sedang dipersiapkan Tuhan untuk menjadi PEMENANG.
36. Cuma.. Kembali ke kita, mau melihat itu sebagai Alasan Menyerah atau Alasan untuk Berubah. Pilih mana?
37. Oke gitu aja ya.. Semoga bermanfaat untuk sekedar menyadarkan kita. Bahwa KETERBATASAN pun patut disyukuri.
38. Karena Keterbatasan adalah Penyelamatan. Keterbatasan adalah bagian dari desain kemenangan Allah untuk kita.
Semoga Bermanfaat dan Menginspirasi..
Andre Raditya – Author Best Seller Book “Life Signs”

Kekuatan itu Bernama Cinta

Konon, hanya karena Cinta bangunan megah bernama Taj Mahal berhasil didirikan. Karena Cinta pula kisah Romeo dan Juliet begitu melegenda. Sebenarnya apa sih Cinta itu? Ijinkan saya kali ini menuliskan kembali twit saya tentang pandangan saya terhadap Cinta. Dan semoga berguna untuk sahabat semua.
1. Mulai ngetwit ahh, kali ini seputar Cinta ya. Biar pada berbunga-bunga hatinya. Hehe, boleh?
2. Cinta itu bukan cuma perasaan lho.. Terlalu sempit kalau cinta hanya dibingkai sebatas rasa semata.
3. Cinta itu juga kekuatan, kekuatan yang ajaib. Saking ajaibnya, begitu banyak keajaiban yang terjadi karena CINTA.
4. Karena rasa cintalah, seorang wanita bernama bunda Teresa mau merawat para penderita kusta di india.
5. Dan ajaibnya, ia dan para pengikutnya tidak sedikitpun tertular penyakit kusta yang menular ini.
6. Karena itulah, cinta juga kekuatan yang ajaib, karena Cinta mampu meningkatkan Antibodi. Pantaslah banyak orang sembuh dari penyakitnya karena Cinta.
7. Di Amerika pernah diadakan penelitian terhadap 57 orang penderita kanker. Mereka diobati dengan terapi cinta.
8. Caranya? Mereka diminta untuk bersama-sama menikmati hidup dengan orang yang disayanginya. Anak atau pasangannya.
9. Ada juga yang menghabiskan waktu dengan binatang kesayangannya. Kucingnya, anjingnya, apapun hewan itu.
10. Atau juga melakukan hobi yang begitu dicintainya. Seperti membaca, melukis atau menulis.
11. Dan selama 1 tahun, mereka menjadi lebih sehat, dan bahkan beberapa diantaranya sembuh tanpa operasi/ kemo terapi.
12. Ya.. Itulah kekuatan Cinta. Dahsyat bin ajaib. Namun sayang, kita hanya memandangnya sebagai perasaan.
13. Itu dalam urusan kesembuhan. Bukti lain nih, dalam masalah Perjuangan manusia. Siapa tak kenal sosok Mahatma Gandhi?
14. Ia beserta para pengikutnya berhasil mengusir penjajah Inggris tanpa kekerasan. Dan semuanya beliau lakukan dengan dasar Cinta.
15. Dan kali ini, saya akan ceritakan satu kisah nyata, bagaimana seseorang meraih kekayaan & kedudukan dengan Cinta. Mau?
16. Pada akhir tahun 80an. Di Amerika di adakanlah sebuah Konferensi Internasional. Menyebabkan kota New York ramai.
17. Hotel-hotel menjadi penuh, karena konferensi ini. Hingga terjadilah dialog antara seorang tamu dengan seorang resepsionis hotel di malam itu.
18. Seorang bapak tua dan istrinya masuk ke sebuah hotel, dan bertanya kepada resepsionis hotel ini.
19. “Permisi pak, apakah masih ada 1 kamar kosong untuk kami berdua? Saya sudah keluar masuk beberapa hotel dan semuanya penuh”.
20. Begitulah tanya pak tua itu tadi sambil kedinginan. Karena saat itu cuaca memang sedang dingin karena turun salju.
21. “Maafkan bapak, hotel kami pun juga penuh malam ini, tapi saya tidak akan membiarkan 2 orang tua, kedinginan dan celaka diluar sana”.
22. “Jika bapak mau, bapak boleh memakai kamar yg menjadi jatah saya malam ini. Jangan pikirkan dimana saya akan tidur”.
23. “Saya masih muda dan bisa tidur di sofa”, dan begitulah jawaban lengkap sang resepsionis tadi.
24. Dan menginaplah 2 orang tua tadi di kamar yang menjadi jatah resepsionis itu, untuk melewati malam dingin hari itu.
25. Dan 1 tahun telah berlalu dari kejadian itu, datanglah surat kepada resepsionis hotel tadi yang masih tetap menjabat sebagai resepsionis hotel.
26. Intinya, ia diminta datang ke ibu kota, karena telah dibangunkan sebuah hotel untuknya oleh orang tua yang dulu ditolongnya.
27. Lengkap dengan tiket pesawat first class. Dan resepsionis tadi diangkat sebagai General Manager pertama di hotel baru tadi.
28. Rupanya, orang tua yang dulu pernah ditolongnya adalah salah satu orang terkaya di Amerika.
29. Lihat bagaimana ternyata cinta juga bisa mendatangkan Rejeki. Cinta bukan hanya perasaan untuk dimiliki.
30. Karena cinta juga untuk dibagikan. Cinta tidak untuk menerima, tapi tentang memberi.
31. CINTA itu MEMBERI, makanya pake C. Klo MENERIMA itu pake M, jadinya MINTA. Hehe,,
32. Dan masih karena energi yngg sama bernama CINTA, Tuhan masih membiarkan kita hidup. Meski sering berbuat Dosa.
33. Mari bersyukur dan bertanya, apakah kita sudah menempatkan Anugerah rasa Cinta ini sebagaimana seharusnya?
34. Apakah CINTA yang kita miliki memuliakan kita, atau justru merendahkan martabat kita?
35. Apakah CINTA yang kita miliki menjadikan Hati kita terbuka? Atau menjadi manusia Gelap Mata?
36. Kereta bukanlah kereta sebelum ia dijalankan. Dan Cinta bukanlah Cinta ketika ia belum dilaksanakan.
37. Laksanakanlah Cinta sebagaimana seharusnya, memberi dan berbagi. Bukan merampok, meminta atau menghakimi.
38. Oke tweeps. Semoga bermanfaat ya. Selamat mengaktifkan energi Dahsyat bernama Cinta. Karena CINTA adalah KEKUATAN.
Semoga Bermanfaat dan Menginspirasi..
Andre Raditya – Author Best Seller Book “Life Signs”

Ternyata untuk Menjadi Manusia "Pembeli Waktu"

Dulu, ketika remaja saya sudah bermimpi ingin menjadi orang kaya. Yah, mungkin lebih karena didorong keinginan untuk terbebas dari kemiskinan yang begitu akrab dengan saya dan keluarga saya. Maklum, kala itu memang Allah menakdirkan saya untuk lahir di sebuah keluarga miskin lengkap dengan segala kekurangannya. Namun, belakangan, setelah barangkali mulai merasakan pahit manisnya kehidupan diri ini jadi menyadari bahwa ternyata memang menjadi kaya adalah salah satu tujuan yang mulia.
Semakin lama saya semakin mengerti, untuk apa sebenarnya dan seharusnya kita bertujuan untuk sukses, kaya dan sejahtera. Dan saya mendapati sebuah Alasan paling benar, paling tidak untuk saya dan menurut ilmu yang saya miliki saat ini, alasan paling benar itu adalah karena saya ingin menjadi SANG PEMBELI WAKTU.
Saya harus kaya agar saya tidak perlu lagi menukarkan waktu saya untuk bekerja 8 jam sehari. Artinya saya punya 8 jam lebih untuk berkumpul dengan keluarga.
Saya harus kaya agar saya punya waktu lebih banyak untuk BERMESRAAN dengan Allah ketika malam, tanpa takut bangun kesiangan, karena saya TIDAK NGANTOR.
Saya harus kaya agar saya bisa liburan kapanpun, menghabiskan WAKTU bersama keluarga saya, orang-orang yang saya sayangi, tanpa melihat kalender.
Saya harus kaya agar saya bisa bepergian dari satu kota ke kota lain dengan cepat. Karena tentunya saya tinggal beli tiket pesawat kapan pun saya mau.
Saya harus kaya karena saya ingin punya banyak waktu agar saya bisa terus mengembangkan diri saya untuk menjadi lebih baik lagi dari waktu ke waktu. Dengan begitu saya bisa ikut training, seminar, workshop kapanpun & dimanapun itu. Karena saya ingin MENGEMBANGKAN DIRI.
Saya harus kaya karena saya ingin punya banyak waktu untuk menulis buku-buku best seller yg menginspirasi jutaan orang.
Kaya memang bukan tujuan akhir, tapi hanya kaya adalah ALAT untuk memiliki WAKTU lebih banyak, agar banyak hal positif yang bisa kita kerjakan dan akhirnya, Tujuan sejati kita pun bisa terpenuhi. Semoga. Amin
Dan ada satu rahasia kecil yang merupakan Hukum Alam yang tidak bisa Anda bantah lagi. Bahwa Allah kita adil. Setiap orang punya waktu yang sama 24jam. Tapi siapa yang lebih kaya, boleh membeli waktu orang lain. Orang kaya membeli waktu orang lain dengan cara mempekerjakan mereka untuk mengurusi urusannya. Itulah kenapa waktu begitu berharga. Semua tergantung kita, mau 24 jam berkualitas? Atau 24 jam yang dikurangi oleh para “Pembeli Waktu”?. Selamat menjadi para “PEMBELI WAKTU” = Orang Kaya. Semoga semua pembaca blog saya ini di KAYA-kan, segera. Amiiin.
Semoga Bermanfaat dan Menginspirasi..
Andre Raditya – Author Best Seller Book “Life Signs”

Monday, February 20, 2012

pesan luhur

Kebahagiaan terbesar dalam hidup ini adalah keyakinan bahwa kita dicintai oleh orang yang kita cintai 

Thursday, February 16, 2012

Jarak, Ku Titipkan Rinduku

Entah sudah berapa lama, aku tinggal berjarak dengan dia (motivator dan smg mjd teman hidup saya). Hanya berjumpa lewat bbm dan mimpi (sesekali). Datang dengan sekantong penuh semangat dan motivasi, dan memang itu yg selalu ku nantikan. Yang aku bilang tadi memang hanya tentang semangat dan motivasi. Tapi rasanya jadi berbeda dengan ada atau ketiadaannya. Aku tak ingat kata menyerah, tak ingat kata malas, saat dia ada. 

Sore ini, di depan kamarku ada awan cerah, biru semu jingga. Mungkin di depan kantornya pun begitu. Aku memikirkannya, ia pun sama, mungkin sedang pikirkanku. Namun, lagi-lagi jarak membuat kami hanya bisa saling diam walau ingin berbagi. Hanya bisa termenung, meski ingin tertawa menyapa. Di saat yang sama, waktu berjalan semakin mendekat pada hari pertemuan, pun pada hari berpisah lagi.

Lalu ku tersenyum, dalam indahnya angin sore, dan hangatnya mentari yang perlahan tenggelam, ku titipkan rindu untuk dia. Rindu sama dengan makan rempah, cengkeh sampai kapulaga. Sekuat apapun ingin kau nyatakan, rasa pekatnya tak terdengar.

Aku selalu menanti saat kesempatan untuk bertemu itu datang menghampiri. Namun ingatkan aku, untuk tak menanti waktu untuk berpisah kembali. Walaupun yang kedua selalu datang lebih cepat, walau tanpa dinanti. Di selanya hanya ada dua pilihan, bahagia dan rindu.

Partikel jarak, waktu, rindu, dan bahagia sulit untuk ku mengerti. Tapi untuk apa, mereka juga tak mengerti aku. 

Mungkin aku akan merindu sambil bahagia, agar penantianku terasa cepat, penantian untuk segera bertemu.

Jarak, ku titipkan rinduku..


Di depan kamarku, di bawah langit sore yang cerah
14 Februari 2012

Hanya Satu Kata

Hanya satu kata yang ingin saya lontarkan, teriakkan saat moderator mengucap wassalamu'alaikum pada seminar proposal kami hari ini, yaitu "Alhamdulillah" Puji syukur atas rahmat nikmat dan karuniaNya atas sgala yg diberikan pada kami.

Senang, bangga, terharu itu yang menyelimuti perasaan saya saat menjabat tangan teman2 sekalian seraya mengucap "selamat ya han | terimakasih". Sungguh terharu biru, rasanya ada yang ingin menetes dr mata saya, tapi msh bisa kusembunyikan dr senyum mereka skalian yg begitu tulus hadir dan menjabat tangan saya. Trimakasih, Engkau begitu sayang denganku sampai memberikan ku teman2 yang begitu perhatian. Bangga saya mempunyai teman yg hebat berhati besar seperti kalian.

Saya hari ini melakukan seminar proposal penelitian bersama partner saya Septiana Yuswa dan sahabat saya Yohana Dyah, dan tak lupa dipandu oleh moderator Sekar Utami. Awal persiapan tegang, grogi, nervous, apapun kata2 itu yg bersinomim dg "degdeg-an". Memasuki menit2 menjelang jam 9 ditambah panik karena Bapak Dosen (Prof.Dr.Ir.Supriyono, MS -red) sdh rawuh menunggu seminar dimulai, tetapi peserta tak kunjung bertambah. Setelah jam 9 lewat sedikit, barulah berbondong2 jiwa2 mahasiswa dg raut wajah penuh semangat siap menyongsong masa depan yg cerah berdatangan, terus dan terus bertambah. Alhamdulillah, hnya itu yg bisa sy ucap seketika.

Yohana sebagai pemakalah pertama yang awalnya kurang bersemangat krn kursi peserta belum tampak terisi penuh, mulai tersenyum semangat membawakan presentasi proposal penelitiannya. Hal ini sy ketahui krn suaranya yg mulai meningkat intonasi xD. Saya sebagai pemakalah kedua, sempat menggetarkan tangan sesaat akan membawakan presentasi, ttp alhamdulillah itu hny serangan di awal sj, sebagai tanda kesiapan saya. Memulai presentasi agak sedikit kaku, tp setelahnya entah mengapa seperti ada yg mendorong saya untuk berbicara keras dan percaya diri. Hal seperti itu terus berjalan hingga slide trimakasih terbuka. Dan selanjutnya pemakalah ketiga (partner saya) entah mengapa mungkin dia yang saya bilang paling tenang diantara kami xD.

Yaa begitulah kira2 alunan seminar saya tadi pagi. Kuncinya adalah teruslah berpikir positif, percayalah bahwa Allah tidak akan memberi cobaan melebihi kemampuan hambaNya. Percaya dan percaya pada keajaibanNya :)

Sekian
Salam skripsi :)

Tuesday, February 14, 2012

terkadang saya berpikir saya terlalu naif.
terlalu ambisius.
terlalu perfeksionis dan sok idealis.
terlalu optimistis,

tanpa memperhatikan batas kemampuan saya,
sampai dimana saya bisa...
dan akan seperti apa saya menjadi nantinya.

hueh.
kerasa banget nyesekknya sekarang.
sangat terasa.
MENYAKITKAN.

ketika mulut tak berbicara seperti yang hati minta

Cinta itu seperti pasir, semakin digenggam erat justru akan terlepas. Aku tak ingin memilikimu, karena aku tak ingin kehilanganmu. Menyayangi tidak akan menyakiti siapapun kan? Asalkan rasa sayang itu tidak menjadi keinginan memiliki yang berlebih. Steady but sure, mari kita bangun perlahan semua ini.

Tapi rindu ini menyiksa seperti luka.
Aku membutuhkanmu.
:(








Friday, February 10, 2012

woman like you

There are women who make things better… simply by showing up. There are women who make things happen. There are women who make their way. There are women who make a difference. And women who make us smile. There are women of wit and wisdom who- through strength and courage- make it through. There are women who change the world everyday… Women like you.
-Ashley Rice-

you can only connect

Again, you can't connect the dots looking forward; you can only connect them looking backwards. So you have to trust that the dots will somehow connect in your future. You have to trust in something - your gut, destiny, life, karma, whatever. This approach has never let me down, and it has made all the difference in my life. 
-Steve Jobs

Thursday, February 09, 2012

Life Line

Semua orang punya cerita.
Saya mendapatkan begitu banyak hikmah dari kegiatan sharing mengenai life line tersebut, bahwa untuk mencapai kesuksesan dalam hidup, maka tekad dan kerja keras akan sangat dibutuhkan. Pantang menyerah. Tidak mudah putus asa.
If there is a high line, there is a low line.
Benar banget, hidup itu roda. Dan yang paling penting, bagaimana kita menyikapi sebuah momen sebagai bencana atau anugerah, sebagai high line atau low line. Semua tergantung diri kita sendiri.

Dan lagi, saya merasa punya banyak teman. Banyak teman yang pernah berada di posisi yang lebih buruk dari saya sehingga saya bersyukur ada di posisi ini, dan teman yang berada di posisi yang lebih baik dari saya sehingga saya tidak mudah patah semangat. 

'The low line will never be the same.' Akan tiba masanya, buat kita, yang merasa berada pada titik terendah, untuk dapat bangkit dan mencapai titik tertinggi kita.
It's up to you. :)

'Semakin tinggi bola jatuh dari atas, maka akan semakin tinggi pula ia memantul ke langit. Jangan pernah menyesali sebuah keterpurukan, karena pasti akan ada pelajaran yang bisa kita ambil ketika kita merangkak naik.'

Per'Nyoklat'an di Tengah Skripsi

Hari ini, tepatnya malam jumat, kami (red: saya, niken, jojo) mahasiswi tingkat akhir salah satu universitas terkenal se-Surakarta merencanakan untuk merefresh pikiran dari segala macam persoalan (skripsi terutama). Tujuan kami adalah merilekskan pikiran, supaya tidak jenuh, maka dalam perbincangan kami tidak menyentuh bahkan menyinggung sedikit pun tentang skripsi. Yaa, karena beberapa hari ini pikiran kami selalu dipenuhi dengan skripsi, jurnal internasional, dkk.

Banyak yang kami obrolkan pada malam ini sambil menikmati alunan lagu yang disajikan oleh salah satu cafe di Solo yang bisa dibilang cukup terkenal. Cafe ini terletak di tepi perlintasan kereta, jadi tidak salah apabila sejak tiba di tempat tersebut kami menghitung berapa banyak kereta yang melintasi rel tersebut (ada 5 kereta, selama 1,5jam). Cafe tersebut tidak rame sekali, tapi kami suka dengan suasana yang adem ayem dan mendukung tujuan utama kami.

Sambil menunggu pesanan masing2 datang, kami saling bertukar cerita banyak sekali. Mulai dari yang seneng, anyel, sedih, mewek, greget sampai yang kesengsem. Yaa, begitulah perbincangan 'perempuan single yang berprinsip'. Saya bangga mempunyai sahabat2 tersebut yang penuh dengan tekad sebagai perempuan berprinsip. Kami masing2 mempunyai prinsip untuk mewujudkan impian2 tersendiri, yang apabila ditarik garis lurus adalah sebagai wanita 'karieeerrr' (gaya bicara niken).

Mulai dari membicarakan mantan2 kami yang masih suka bikin pikiran kesal sampai calon suami yang kami idamkan. Seru !! ..................................absen makan spaghetti dulu ya..........................................

Yak lanjot xD

Cerita dari Jojo, sang mantan yang susah diberitahu. Saya sering menyebutkan 'si lelaki yg otaknya belum nyandak' hhehe. Ya memang begitu pada kenyataannya. Dengan raut wajah anyel yang tersirat di mimik Jojo, tapi masih mampu untuk berkata2 menceritakan semuanya pada kita. Lalu Niken, yang menyibakkan mimik wajah kesengsem pada seorang pria teman seangkatan. Niken terkadang jeles pada Jojo yang 'dekat' dengan itu lelaki, sambil merengek "Mami, Jojo nakal ngaku2in dia calon suaminya" hhihi saya hanya membalas senyuman lebar xD. Dan kemudian saya yang menceritakan seorang pria salah satu kakak tingkat sekaligus motivator ketiga saya yang kini sudah merantau nan jauh di sana (Hai apa kabar ? xD), entah kapan kita akan bertemu (di saat tak bernama dan indah tentunya ;)
Kami memang memiliki kriteria sendiri untuk seorang 'calon' yang kami idamkan, tetapi nomer 1 tetap seagama (tidak bisa diganggu gugat !). Sekarang kami sedang menggiatkan perbaikan diri, untuk calon kami yang (semoga) juga melakukan hal yang sama.
Semua raut wajah, mimik kita lontarkan di cafe itu. Meja, kursi, minuman coklat yang kita pesan menjadi saksi cerita kita di malam itu. Indah :)

Janji ya, kita akan bertemu lagi entah berapa taun setelah tulisan ini ku publish, dengan keluarga pelengkap kita masing2. Smg apa yang kita lontarkan pada malam ini bisa kita petik hasilnya di kemudian hari. Sampai bertemu kembali di cafe dan kursi yang sama, di waktu yang tak bernama dengan segenggam kebahagiaan.

salam per'nyoklat'an
-YHP-
inspirasi: Maria Niken PA | Yohana Dyah A

Apalah Arti (Menunggu)

Telah lama aku bertahan
Demi cinta wujudkan sebuah harapan
Namun ku rasa cukup ku menunggu
Semua rasa tlah hilang

Sekarang aku tersadar
Cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
Apalah arti aku menunggu
Bila kamu tak cinta lagi

Namun ku rasa cukup ku menunggu
Semua rasa tlah hilang

Sekarang aku tersadar
Cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
Apalah arti aku menunggu
Bila kamu tak cinta lagi

Dahulu kaulah segalanya
Dahulu hanya dirimu yang ada di hatiku
Namun sekarang aku mengerti
Tak perlu ku menunggu sebuah cinta yang sama

Sekarang aku tersadar
Cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
Apalah arti aku menunggu
Bila kamu tak cinta lagi

Sekarang aku tersadar
Cinta yang ku tunggu tak kunjung datang
Apalah arti aku menunggu
Bila kamu tak cinta lagi





Didedikasikan untuk para lelaki agar mengerti pasangannya 
inspirasi: Maria Niken PA | Yohana Dyah A

Bukan Ubun dan Bukan Kaki, melainkan Rusuk Kiri

Bukan dari tulang ubun ia dicipta
Sebab berbahaya membiarkannya dalam sanjung dan puja
Tak juga dari tulang kaki
Karena nista menjadikannya diinjak dan diperbudak

Tetapi dari rusuk kiri
Dekat ke hati untuk dicintai
Dekat ke tangan untuk dilindungi


darimana wanita diciptakan ?
Agar Bidadari Cemburu Pada Mu (p.7)

Monday, February 06, 2012

Diam ??

Diam punya masa seperti kesabaran yang ternyata tak selalu dapat berbatas langit.

Sunday, February 05, 2012

I Love Myself As I am

Aku sedang merenung. Bahwa beberapa kali aku diwawancarai tentang topik berikut ini, aku nggak pernah bisa menjawabnya dengan sempurna. Selalu "ha-ha-ha-he-hoo" trus ingah-ingih mesam-mesem ngga jelas. wedeh. About what? sesuatu yang sebenarnya sangat sederhana.

Tentang pribadiku sendiri.
Kalo aku ditanyain : " Apa kelebihan dan kekurangan kamu?" | "Apa motivasi kamu ikut ini?" | "Apa yang membuatmu harus dipilih?" | " Ceritakan seperti apa dirimu.." dan sebagainya tentang itu...
Aku nggak pernah bisa njawab.
Iya.Iya aku tau. Itu pertanyaan yang sangat mudah, kita nggak perlu bukak buku. Bukak kamus. Nyari istilah. Dan sebagainya.

Kita hanya perlu jujur. Hanya perlu menjawab apa adanya kita.
Tapi itulah yang sangat sulit buat aku... Selalu berhenti di tengah-tengah kalo harus menjawab hal itu.ehmm..aduh..Gimana ya..Hemm..

Tapi aku jadi mengerti. Aku sepertinya (ato pastinya) aku nggak mengenal diriku sendiri seperti (mungkin) orang lain mengenal diriku malah.

Bahkan hampir di setiap wawancara aku nyaris mengatakan: "hahh. saya nggak tau harus menjawab apa. Saya jujur. saya adalah saya...itu yang bisa saya jawab. Saya bosan dengan pertanyaan seperti ini... Karna saya ngga pernah bisa menjawabnya."

Yeah. aku nggak tau seperti apa diriku (terdengar sangat bodoh dan gak peduli..)
but I love myself as I am...

Dari Lubuk Hati

Tuhan, jika dia memang untukku, maka jangan berikan dia sayap, agar ia tak akan terbang lagi dari sisiku.


-dikala menikmati segenggam rindu yang tak terbalas-

Sakau Traveling

Seminggu terakhir saya kayak orang linglung. Ngapa-ngapain nggak fokus, garap tugas ga bener, kuliah ga semangat, tidur-tidur mulu..
Tapi ada satu yang semangat kalau saya lakukan : googling dan baca-baca cerita traveling dan lihat foto-foto landscape.
Isi kepala saya nggak jauh-jauh dari: besok mau kemana, ngapain aja, ada apa di sana, blablabla. Padahal di hati terdalam bertekad ga akan traveling jauh-jauh dulu sebelum skripsi kelar.

Ini mah sudah jelas, saya sakau traveling! Saya butuh backpacking! Saya butuh liburan!!
Help!

sendiri

Nyamannya duduk sendirian. Saya tidak perlu mengajak ngobrol seseorang jika saya sendirian. Saya tidak perlu mendengarkan obrolannya atau sekedar tersenyum mendengarkan candaannya. Saya bisa sibuk dengan pikiran dan diri sendiri.

Ada yang bilang, bahwa terlalu banyak mengobrol dengan diri sendiri itu berbahaya. Kita akan membuat self judgement yang terkadang sangat subjektif karena tidak didiskusikan dengan siapapun. Selain itu banyak yang merasa sedih karena sepi, sendiri. Rasanya jenuh, hampa, bosan, dan banyak lagi. Tapi untuk saat ini, saya sangat menikmatinya. Saya sangat menyukai percakapan kita malam ini, hati :)


Kadang sendiri itu menjadi sesuatu yang mahal harga nya.

Random Post

Berapa kali kita coba memotivasi diri kita sendiri? dan berapa kali kita terjatuh di lubang yang sama?

Tapi yang jelas kebiasaan-kebiasaan yang baik akan membawa kita pada sesuatu yang baik. Ya, saya sedang berusaha untuk melakukan kebiasaan-kebiasaan baik. Apapun hasilnya, apapun manfaatnya.


"Ya Allah, aku tidak tau jalan apa yang ada di depanku nanti,  maka dari itu, bimbing aku ya Allah."

Semangat! :)

Bahagia yang Sederhana

Bahagia itu sederhana,
saat saya masih bisa melihat matahari terbit dan terbenam dari tempat favorit.
Bahagia itu sederhana, 
saat dua tangan masih bisa saya ulurkan kepada mereka yang membutuhkan bantuan.
Bahagia itu sederhana,
saat melihat ibu terharu menerima gaji pertama dari penelitian saya.
Bahagia itu sederhana,
saat foto sebuah tempat yang saya hasilkan membuat teman-teman terdekat minta diantarkan kesana.
Bahagia itu sederhana,
saat saya dan kamu, kita duduk berdua berhadapan tanpa bicara apapun. Tapi saya tahu bahwa kamu menyayangi saya.
Bahagia itu sederhana,
saat saya diimami lelaki yang bacaan solatnya lancar dan merdu.
Bahagia itu sederhana,
saat mendongak ke langit dan mendapatkan langit biru dengan awan-awan yang berarak teratur.
Bahagia itu sederhana,
saat saya melompat-lompat kecil di bawah naungan payung di antara genangan air di tengah hujan gerimis.
Bahagia itu sederhana,
saat melihat orang yang disayangi tertawa lepas karena candaan yang saya buat.

Sayangnya bahagia tak selalu sederhana,
ketika putus asa, benci, takut, dan iri memasuki dan meracuni relung-relung hati.
Kemudian bahagia tak lagi sederhana,
sampai banyak yang bertanya-tanya, kapan terakhir kali merasakan bahagia.

what easy come, easy go.

tiap yang datang ke kehidupan kita akan pergi juga. semua yang kita miliki adalah titipan Yang Maha Kuasa.
lalu kenapa mempersulit bahagia untuk datang?

kamu,
aku ingin mencintaimu dengan sederhana. aku ingin membuatmu bahagia dengan sederhana.

Saturday, February 04, 2012

::Malam Minggu::

Lagi-lagi, saya kehilangan goal dalam hidup saya. Saya merasa tujuan-tujuan yang saya tata dengan baik menjauh begitu saja. Tiba-tiba mereka menjadi 'tak tercapai'. Saya ngga tau alasan saya membukatutup proposal, saya ngga tau alasan saya tiap hari datang ke lahan penelitian, saya ngga tau kenapa saya ikut kursus, bahkan saya ngga tau knapa saya masih bermain-main bb hingga sekarang. Saya merasa hal itu hanya sekedar jadi rutinitas tanpa ada passion di dalam diri saya buat melakukannya.
Tidak, saya tidak galau.
Tidak, saya tidak hampa.

Saya hanya sedang kebingungan menentukan arah selanjutnya.

Dikelilingi orang-orang hebat yang berdedikasi, jika tidak kuat mental, jadinya hanyalah desperado, dan kemudian berkembang menjadi perasaan 'saya bukan siapa-siapa' , dan diakhiri rasa stress karena tidak bisa menggapai cita-cita yang rasanya terlalu impossible. Iya, itu saya sendiri. Saya belum mencapai tahap stress, saya masih punya harapan, tapi saya ngga punya alasan kenapa saya melakukan hal-hal yang selama ini saya lakukan.

Ketika saya berpikir saya membutuhkan refreshing, rasanya saya sudah terlalu banyak bermain.
Ketika saya berpikir saya butuh berbagi dengan orangtua dan teman-teman, mereka sudah bosan mendengar cerita saya, dan semua itu menemui jalan buntu.
Dan sekarang saya berpikir, saya butuh alasan. Saya butuh tujuan. Saya butuh ambisi.

Dimana semua itu bisa saya cari?
menggalinya dalam-dalam di otak saya?
atau mereka memang udah berserakan di depan saya
menunggu saya mengambilnya.
Ah. Saya tidak tahu.
Saya hanya tidak mau waktu yang ada kemudian terbuang percuma hanya untuk memikirkannya.
Saya sedih sekali.

Dan banyak masalah yang bertumpuk-tumpuk sejak beberapa minggu yang lalu,
sukses menumpahkan airmata saya di suatu malam yang dingin di jalanan.
Saya menangis untuk diri saya sendiri.
Saya sedih.


ah. kenapa saya hanya bisa mengeluh...

Tujuan Hidup

waktu terasa semakin berlalu
tingggalkan cerita tentang kita..
akan tiada lagi kini tawamu
tuk hapuskan semua sepi di hati

ada cerita tentang aku dan dia
dan kita bersama sejak dulu kala
...
(peterpan- semua tentang kita)

OPO sih. ra ono hubungane sakjane karo postinganku kali ini :D Habis tau2 ada lagu peterpan di tv, eh dadi kelingan neh.

Ehm ehm. Sepertinya saya menjerumuskan diri saya kepada pilihan hidup yang terlalu kompleks. Terlalu banyak pilihan, terlalu membingungkan. Cukup fatal ternyata.
___________________________________

Karena jika kita tidak cukup kuat menjalaninya,
hanya akan membuatnya semakin tidak terarah.
___________________________________

Ya. Saya sedang gila. Gila akan pengakuan, gila akan apresiasi, gila akan anggapan anggapan sekitar.
Dan saya pikir saya tidak cukup konsisten menjalaninya. Uaaaagggh!

Saya punya banyak sekali goal. Tujuan hidup entah jangka panjang atau pun pendek. Lama atau sebentar, penting ataupun kurang penting. Tapi ternyata tujuan hidup yang banyak sekali itu tidak disertai penataan yang baik dan pengelolaan yang berkesinambungan *eek banget bahasanya* Pokoknya, maksudnya, tujuan hidup saya belum tertata dengan baik. Berputar-putar liar di kepala saya, hanya membuat saya semakin pusing dan pusing! :(

Saya hanya ingin hidup bahagia. Itu goal utama saya. Tetapi, begitu banyak tujuan tujuan kecil yang mengiringinya yang cukup bikin saya kelabakan buat sekedar memikirkannya. Dan sekarang saya sadar, terlalu muda saya memikirkannya!

Kenapa saya cenderung terlalu takut dan terlalu dini memikirkan goal jangka panjang saya secara mendetail ya?
Jujur. Saya takut suatu saat saya tidak dapat lagi dibiayai kuliah dan kebutuhan hidupnya oleh orangtua saya. Entah karena suatu apa finansial orangtua saya terhambat *naudzubillah.
Jujur saya takut banget. Maka saya berpikir untuk segera mapan.
_____________________________________________________________

Padahal mapan yang saya inginkan tidak sebegitu mudahnya didapat. Saya harus mengubah cara pandang saya yang sebelumnya main-main banget, asal njeplak, ga mikir efeknya, menjadi lebih tertata dan punya dampak di kemudian hari. Terkesan begitu mikir kan? iya. saya juga menyadarinya. Tapi saya punya rasa takut berlebih akan esok hari entah mengapa. Saya phobia hari esok. Saya takut. Walau saya ngga tau kapan sebenarnya saya akan mati sebelum impian2 saya tercapai. Wallahu alam.
_____________________________________________________________

Saya selalu memikirkan.. apa yang bisa saya lakukan untuk menambah pengalaman hidup.. untuk mendekatkan saya kepada impian saya .. tapi dengan cara yang kadang-kadang memforsir diri saya sendiri. Saya menerima semua tawaran yang kiranya menambah wawasan saya, tanpa memikirkan bahwa badan saya tak selamanya bisa mengimbanginya.


Bagaimana dengan kalian teman-teman? Sepertinya ada yang aneh dengan diri saya. Saya ingin menjadi lebih santai- let it flow and make it easy.
Tapi..


sekarang saya kelelahan menatanya.
Saya ingin menata tujuan hidup saya lebih baik lagi.

Hubungan dan Tong Sampah


Lewat layar televisi, media cetak, dan di dalam forum-forum kampus kita sering melihat seseorang yang tampak kenabi-nabian atau setengah dewa. Seseorang yang memiliki manajemen ekspektasi baik, tak banyak menuntut dari perilaku dan pencitraan orang lain. Saya dapat dengan mudah kagum dengan seseorang yang pandai mengaji dan bagus bacaan sholatnya. Mereka yang pandai berorasi pun sering dielu-elukan disana sini. Banyak pula di antaranya yang benar-benar pandai bersosialisasi, sehingga siapapun nyaman berada di sekelilingnya.

Cantik, pandai, dan rendah hati. Sebaliknya, tampan, santun, dan cerdas. Tak jarang ditemui orang-orang macam itu dalam lingkungan kita. Kadang saya bertanta-tanya, bagaimana bisa mereka se-luar biasa itu. Apakah peradaban sudah kian maju, seakan manusia tak ada anomalinya.

Berbicara mengenai hubungan antara pria dan wanita. Penjajakan, berpacaran, atau ta'aruf, atau sebutan-sebutan lain yang dirasa pantas. Beberapa orang mengalami banyak kejadian serupa. Antara satu pasangan dan pasangan lainnya kadang memiliki cerita yang sama.

Singkirkan dulu tentang segala yang berhubungan dengan romantisme, kasih sayang, dan kemauan saling memberi. Fitrahnya, kejadian kurang menyenangkan pasti terjadi dalam setiap hubungan. Ada cemburu, posesif, kejenuhan, atau mungkin rasa maunya menang sendiri. Seseorang yang baik di mata publik, belum tentu sama baiknya di mata pasangan.

Pria yang cerdas dan ramah, bisa jadi tukang mengeluh dan ketus terhadap pasangannya. Wanita yang penyayang dan logis mungkin saja mudah cemburu buta dan hobi mengatur lelakinya. Hubungan antar pria dan wanita seperti rumah yang terkunci dengan jendela yang tertutup rapat. Bagaikan ada berbagai kesepakatan tidak tertulis bahwa cukup hanya mereka berdua yang tau isi rumah.

Ya, cinta memang tidak untuk diumbar pada publik. Kadang salah satu di antara mereka bercerita pada sahabat saat hilang arah dalam menghadapi masalah. Tetapi, tak ada yang tahu apakah cerita tersebut lengkap dan telanjang, tanpa sehelai benang pun menutupi. Wanita bilang prianya kasar, lelakinya konfirmasi si wanita tak bisa diatur. Mereka memang benar-benar datang dari dua planet berbeda, Venus dan Mars.

Suatu hari, sahabat saya mengatakan, "Kadang aku bisa menjadi sangat jahat di depan kekasihku, lebih jahat dari yang ku lakukan pada siapapun. "

Saya sontak terkaget-kaget, dia wanita yang lembut bagi siapapun yang mengenalnya, tetapi dia suka melarang kekasihnya keluar rumah jika tidak dengannya. Saat direnungkan, saya pikir benar juga. Kata-kata teman tadi banyak menyadarkan bahwa ternyata kadang saya tak adil antara memperlakukan khalayak dan pasangan. Bisa saja sabar, luar biasa sabar saat bertemu rekan yang sulit diajak bekerja sama, tetap pasang senyum dan tarik nafas dalam-dalam untuk memanjangkan usus. Tetapi begitu dengan pacar, terlalu lama menunggu dijemput untuk malam mingguan saja bisa sangat memancing emosi dan kadang terlalu mungkin terlontar kata-kata kasar.

Semuanya memang relatif, tidak berlaku pada setiap pasangan. Ada juga banyak manusia yang healthy inside fresh outside alias dengan siapapun selalu bersikap sama.

Saat kita berlaku tak baik pada lingkungan sosial, dampaknya akan jelas terasa, menjadi public enemy. Kekuatan kasih berbeda, pasangan cenderung lebih mudah memaafkan, dan saat masalah selesai berlaku seperti tak pernah ada sesuatu pun terjadi. Tetapi kalau menumpuk, jengah juga.

Sebuah anomali, kadang pertemuan dengan pasangan bagaikan tong sampah. Kita selalu berusaha prima di depan banyak orang, berpikir positif dan menahan kesabaran setengah mati. Hal itu tentu berbuah manis, bisa dengan ungkapan kagum, sampai perlakuan istimewa dari lingkungan. Namun, dalam titik tertentu manusia juga bisa saja jenuh dengan istilah memahami orang lain, toleransi, dan mengalah. Pasangan kita yang cenderung dapat lebih menerima, lantas dijadikan tempat pembuangan akhir dari segala masalah. Dimulai dari keluhan-keluhan hidup, sampai jadi mudah marah karena hal tak esensial. Bukan masalah besar saat kita dalam masa pendekatan di awal penjajakan, semua masih terlampau dini, manis, dan indah. Tapi jadi problem besar saat menjadi kebiasaan menahun dalam suatu hubungan.

Biasa mendapat sanjungan dari berbagai pihak, dan tidak mendapat hal yang sama dari pasangan adalah sebuah isu sensitif. Sebenarnya logis saja, kita jarang berdandan manis saat berada di rumah, dan di rumahlah kita bertemu pasangan. Ini hanya analogi, tetapi sah saja kalau diartikan mentah-mentah. Dalam hubungan suami istri pun sering terjadi begitu. Saat tak dikatakan pintar atau menarik oleh pasangan, sepihak saja wanita dapat mengatakan lelakinya tak peduli dan kurang menghargai.

Pada hakikatnya, pasangan tetaplah orang lain, sedekat apapun kita dengannya. Harus tetap diperlakukan dengan baik dari awal dan seterusnya. Kalau bisa bersabar pada teman sekampus, harusnya bisa bersabar juga padanya. Kalau lelah karena sudah terlalu banyak bertoleransi dengan lingkungan, cobalah sesekali perlihatkan kelelahan itu pada mereka, dan bukan hanya pada pasangan. Manis dan luar biasa baik di awal hubungan memang baik, dan sering terjadi, tetap konsistensi tersebut alangkah baiknya dibawa terus dalam perjalanan.

Hubungan haruslah independen, menjadi sebuah objek yang diperhatikan baik, ada manajemennya juga. Hubungan bukan sebuah tong sampah yang hanya berisi ekstraksi buruk diri, bukan pula pengganti nomor 911 saat sewaktu-waktu butuh bantuan.

Seseorang berkata, semua ada di google, hampir semua. Kecuali perasaan.

Memang terlampau sulit mengejawantahkan perasaan, hubungan, dan anomali-anomali lain di dalamnya. Setiap apa-apa yang kita lakukan manusiawi, dan mungkin juga dilakukan orang lain, jadi tak perlu merasa terlalu bersalah.

Sekali lagi, buanglah benda tak terpakai sedikit demi sedikit. Begitu ada, langsung buang. Tempat sampah itu banyak, yang butuh dibuang juga banyak, tak apa, toh kita juga yang menikmati isi dari bungkus tak terpakai itu. Hindari menimbunnya terlalu banyak, apalagi membiarkan hanya satu saja yang jadi tong sampahnya.