Thursday, June 28, 2012

27 juni 2012

Bismillah dan Alhamdulillah
27 Juni 2012 jam 11.00 wib di lab. pemuliaan tanaman dihadiri 4 dosen dan 40 mahasiswa.

Terimakasih Tuhan, aku sudah berhasil hingga tahap seminar hasil. satu tahap lagi untuk memperoleh 2 huruf penting di belakang nama lengkapku. Perkenankan saya untuk mewujudkan bingkisan ini pada orang-orang yang ku sayangi ;) Amin
Terimakasih bapak, ibu, adek atas motivasi, doa, dan semangat yang tak pernah henti menyertai langkahku.
Terimakasih bimbingan Bu Prof Tutik, Pak Prof Pri, Bu Ir Mani atas kesabaran dan kesediaan waktu untuk saya :)
Terimakasih atas semangat, senyuman, wejangan, teguran, pujian lelaki yang terkasih dan selalu dekat di hati :D
Terimakasih untuk Asih, Dian, Menwi dan Damar sbg seksi perkonsumsian seminar saya.
Terimakasih untuk Jojo atas dokumentasi yang sederhana tapi menyimpan banyak cerita :)
Terimakasih untuk semua temen2, adek tingkat yang sudah mendukung, hadir dalam seminar ku 
Terimakasih pada mas laboran (red: mas Djoko dan mas Warsito) yang sabar melayani seluk beluk penelitian saya.
Terimkasih Pak Wardoyo yang setia merawat lahan penelitian saya selama hampir 4 bulan.
Terimakasih Pak Munawir yang sabar melayani kelengkapan berkas

thanks for all guys ;)

Rindu





apa yang lebih manis dan menenangkan daripada matahari terbit dari balik cakrawala?
duduk di tepi punggungan, mendengar suara-Mu lewat desau angin pagi yang sejuk.
menyesap secangkir teh hangat, bersama yang terkasih.
rasanya begitu dekat; di sini aku sangat merindukan-Mu, Tuhan.

That’s all I can do, trying my best, in God I trust.

Thursday, June 21, 2012

Bahagiakah aku ?


Matahari terik, sebegitu cepat pagi beranjak dan membangunkan lelap tidur yang serupa nikmat yang dalam. Terkadang dalam senyap pagi ada terang yang bawa damai, tak jarang ada perih melekat, mendalamkan lelah yang tiada henti. Saat cermin itu bertanya tiap kali bersiap untuk meniti menit-menit di luar, ada satu tanya “Bahagiakah aku?”. Tidak berbalas sebab sosok yang hadir yang sekilas entah sepertinya menolak untuk menghiraukan suara itu. 
Sepuh-sepuh bayang, dalam matahari sore yang berangsur susut ke Barat. Gelap itu menjelang lagi, kini terang hanya sebatas lampu-lampu kota. Temaram senyap lagi, sebab ia berkawan sepi. Banyak teman tapi hari itu ia gelisah, tanpa kawan untuk beradu cerita. Kiranya dunia ini tidak seperti biasa kala hari itu. Sosok semakin jauh dalam gelap, menelusuri dalam lampu sepeda motor yang dipacu kencang, jalanan sepi karena bukan lagi petang, ia pulang tengah malam, membawa setumpuk lelah dan pertanyaan. 
Angin malam menghembuskan ketidakmengertian, semakin mendalam ia mencari jawab di sudut dini hari, tanpa kawan. Ia duduk melantai, merasakan dinginnya malam yang segera terganti pagi. TIdak terjawab apa yang ia tanyakan. Gelisah dan makin gelisah, hingga sosok itu beranjak. Guyuran air membasahi mukanya yang setengah pucat karena belum terisi waktu tidur. Ia gelisah dalam air wudhunya, dibacanya doa dalam hati, biar gelisah datang dan menghilang. 
Dunia ini hanya akan membawaku pada rasa lelah, tanpa sesuatu bila aku membuat ini semua serupa gelas kosong, yang rapuh ketika tua nanti, atau menunggu kesempatan penuh ketidaksengajaan untuk terlempar dan menjadi keping-keping. Saat dini hari menjadi saksi bahwa syukur itu utama sebagai seorang manusia, dan pagi ini aku teringat kembali akan dini hari itu. Saat gelisah itu datang membawa ketidaknyamanan hati, kemana harus bertanya ? PadaNya, Tuhanku yang Maha Baik Hati. 

Wednesday, June 20, 2012


Doa Ibu itu menyertai, seperti melegakan diri sendiri setelah semalam bersms panjang; menjelaskan uneg-uneg tentang skripsi.
Bu, ikhlaskan ya kalau memang Hani ga bisa dapet acc bulan ini. Tapi Hani masih usahakan untuk bisa lulus bulan depan. Mohon doanya. 
Doa Ibu menguatkan, yang terbaik. 
InshaAllah, saya akan berusaha. 

Friday, June 15, 2012

Kemarin yang berjarak beberapa menit


Kemarin yang berjarak beberapa menit, ada kabar bahagia dari seorang sahabat, ada pekerjaan yang tertinggal (lagi), ada sebuah buku kumpulan puisi, ada revisian skripsi untuk 8.40 pagi ini, ada sisa greentea latte yang tidak habis, ada semangat untuk bertahan, setidaknya untuk malam ini.
Apa kabar hati? Ia baik ketika menerima kabar bahagia, tersenyum lega untuk achievement yang diperoleh sahabatnya, “selamat menemukan amanah baru, kawan,bangga melewatkan fase sepersekian persen galau itu,” kata si hati.
Apa kabar hati? Kadang ceroboh itu membuat sesal menjadi betah tinggal. Ah, seandainya tadi tidak terburu-buru.
Apa kabar hati? Kumpulan puisi dalam sebuah buku yang diberikan oleh partner menulis terbaik, kata-kata semangat yang menenangkan sore kemarin.
Apa kabar hati? Banyak celoteh bila diteruskan, semua tentang kemarin.
Hai hati, apa kabarmu hari ini?
Kabar yang diinginkan dalam sebuah doa dalam hati itu sendiri.

Thursday, June 14, 2012

Siapa yang Tahu ??


"Hilanglah perasaan khawatir. Berusahalah untuk tidak melekat. Perdamaian hati bisa menghilangkan noda di batin. Berusahalah bebas dari kesenangan indra.”
Masih tersambung dalam email yang dikirimkan oleh salah seorang sahabat yang telah berhasil melewati sepersekian kegalauan, di akhir pesan surel tersebut dituliskan kalimat di atas. Sedikit terkorelasi juga dengan obrolan dengan tiga orang hebat di kedai kopi malam ini, tentang dimana dan bagaimana dunia kerja yang (mungkin) tidak lama lagi akan menjadi realita sehari-hari. Ada ketakutan terselip, tidak bisa ditolak kehadirannya, tapi begitulah kalau mahasiswa tingkat akhir mulai berbicara soal dunia kerja.
Soal esok siapa yang tahu? Kadang muncul keinginan untuk minta bocoran dari Tuhan namun terkadang hati tersadar bahwa sebelum memaknai kerja sebagai bagian kehidupan, ada hal penting yang harus dimengerti terlebih dulu. Memaknai setiap proses dengan keikhlasan. Ketakutan dan kekhawatiran itu pasti ada, karena tidak bisa berbohong, kata gagal menjadi momok yang paling ditakuti. Namun sekali lagi, banyak hal yang tidak bisa dimengerti dalam waktu semalaman, tapi ada juga yang hanya butuh satu detik untuk dimaknai sebagai patokan hati dan pikiran untuk bersinergi. Tuhan punya rencana yang terbaik, karena saya yakin tidak ada yang sia-sia dalam tiap usaha, termasuk ketika harus mengulang sesuatu dari awal lagi.
Life is a journey that goes up and down. 
Mencoba untuk tidak mengkhawatirkan terlalu dalam sebab kali ini adalah fase bersiap dan mencapai titik transit secepatnya. Ganbatte !

Tuesday, June 12, 2012

Berbeda

Aku punya cara menyayangi yang berbeda denganmu.

Tidak ada ungkapan eksplisit berisi rangkaian huruf-huruf yang kau anggap sangat menenangkan. Seakan kau langsung dapat terlelap begitu aku ucapkan karena yakin aku tetap berada di sudut matamu ketika terbangun nanti.

Aku tidak akan sibuk menanyakan kabarmu, sedang dimana bersama siapakah kamu, hanya untuk memastikan kamu tahu bahwa aku begitu memperhatikanmu. Pun aku tidak akan menampakkan wajah panik ketika mengetahui kamu sedang kesakitan atau membutuhkan pertolongan karena aku ingin menjadi sisi yang menguatkan.

Punya cara menyayangi yang berbeda bukan berarti aku tidak ingin menyayangimu sama sekali.

Aku selalu mendoakanmu dalam diam agar kamu senantiasa diberi keselamatan. Tidak akan kubiarkan kamu kehausan sepulang kerja dan tidak menemukan segelas teh panas di meja makan. Aku selalu menyediakan telinga untuk mendengarkan kau bercerita dengan begitu bersemangat. Kupastikan kamu tidak akan kelaparan karena lamanya aku memasak makan siang. Tidak akan kuganggu waktumu bersenang-senang dengan buku dan gitar. Bahu ini pun akan selalu ada ketika kamu butuh dimanja. Tidak, aku tidak akan sesering itu memanjakanmu dengan kata-kata.

Sesederhana itu. Ah, aku bukan wanita yang pandai mengungkapkan apa yang aku rasakan.

Aku menyayangimu dengan caraku sendiri. Dan aku tidak akan menangis di depanmu jika aku tidak menjadikanmu pria yang istimewa di hati.

Lagi-lagi, dahimu mengerenyit tidak paham. Kemari, duduklah di sisiku sore ini. Boleh kita nikmati matahari senja bersama? Sembari bercerita dan aku ingin memelukmu, untuk pertama dan terakhir kalinya. []

Friday, June 08, 2012

Setiap hari adalah Pilihan

Hari ini aku merasa dinginnya malam hari, menurut teori, ada probabilitas bahwa esok hari Ia masih memberi kehangatan melalui mentari.
Jadi, besok aku akan bangun pagi- pagi dan berkata pada diriku sendiri, untuk memilih hari macam apa yang akan aku lalui.

Hari ini aku boleh sedih karena hujan sepanjang hari atau bahagia karena taman di kampus mendapat siraman gratis di pagi hari.

Hari ini aku boleh berkeluh kesah karena udara yang sangat panas atau bersyukur karena aku tidak perlu repot mengenakan mantol dan membungkus sepatuku untuk berangkat ke kampus.

Hari ini aku boleh menggerutu karena harus memasak untuk seluruh anggota keluarga atau merasa bersyukur karena memiliki naungan jiwa dan raga.

Hari ini aku boleh mengomel karena jadwal kuliah yang padat atau lega karena orang tuaku masih memiliki cukup uang yang membuatku bisa duduk di bangku kuliah.

Hari ini aku boleh cemberut karena kondisi badanku yang kurang sehat atau bergembira karena aku masih dibiarkan hidup di dunia.

Hari ini aku boleh mengeluh atas tempat pakir yang jauh atau bersyukur karena aku masih memiliki kaki dan kendaraan.

Hari ini aku boleh mengeluh keberatan atas barang bawaan atau bersyukur masih bisa membeli laptop dan buku, serta tangan yang kuat menahan.

Hari ini aku boleh menduga bahwa aku orang termalang karena HP yang ketinggalan atau menghembuskan nafas karena aku punya waktu untuk diriku sendiri.

Hari ini aku boleh terkejut karena kuis mendadak Biologi dan Kesehatan Tanah atau bersyukur masih ada sisa ingatan di kepala atas apa yang telah aku baca satu jam sebelumnya.

Hari ini aku boleh sebal karena dosen TBT Kopi yang membatalkan kuliah atau bersyukur karena dapat meluruskan kaki dan mempersiapkan presentasi dengan lebih baik.

Hari ini aku boleh merasa sedih atas apa yang tidak diberikan orang tuaku saat aku beranjak dewasa, atau bersyukur karena kita terlahir berkat mereka.

Hari ini aku boleh merasa merana karena tidak memiliki cukup uang, atau aku akan berlaku riang karena ternyata aku masih bisa mencicip makanan.

Aku juga boleh vertigo atas tugas yang sama sekali tidak aku mengerti atau mengucap `thanks God !` atas 4 tutor yang siap melayani.

Hari ini aku boleh pusing membaca rangkaian kata sebelum masuk kuliah atau ceria karena artinya aku diajar oleh dosen yang pintar.

Hari ini aku boleh tertekan atas banyaknya tugas yang perlu dikumpul di hari Jumat, atau bersyukur karena Sabtunya hari libur.

Hari ini aku boleh merasa tidak ada waktu yang tersisa karena tanggung jawab di organisasi, atau merasa bahagia karena masih dipercaya.

Hari ini aku boleh sebal karena aku disuruh ini itu tentang pekerjaan orang tuaku atau bergembira karena artinya orangtuaku ingin aku belajar dari situ.

Hari ini aku boleh merasa ingin menampar orang- orang tersayang yang terkadang menyebalkan atau bersyukur masih memiliki sandaran.

Hari ini aku boleh melipat muka karena susahnya bertemu untuk mengerjakan tugas kelompok atau merasa nyaman karena masih memiliki teman- teman seperjuangan. :')

Hari ini aku boleh keletihan dan pegal otak pada sore hari, atau bernafas lega karena berarti aku bisa bekerja keras.

Hari ini aku boleh merasa patah hati atau bersyukur karena masih dicintai.

Wow, hari ini terbentang di hadapanku menunggu untuk dibentuk, dan di sinilah aku, sang pemahat yang siap membentuknya ke dalam rupa yang kuhendaki.

Bagaimana keadaan hari ini semua tergantung kepadaku. Dan aku harus menentukan hari macam apa yang kukehendaki.

Adapun kamu, bagaimana akan kamu jalani hari ini?

Karena,
hari ini kamu bebas memilih, apakah kamu akan menangis karena mawar- mawar itu berduri atau tersenyum karena duri- duri itu ditumbuhi mawar. :)