Thursday, May 23, 2013

Beacon Of Light

Dunia ini adalah dunia yang aneh. Dunia yang hijau tapi lucu. Dunia yang kotor tapi indah. Mungkin karena itulah saya telah jatuh cinta dengan kehidupan. Dan saya akan mengisinya, membuat mimpi-mimpi yang indah dan membius diri saya dalam segala-galanya. Semua dengan kesadaran. Setelah itu hati rasanya menjadi lega.”  - Soe Hok Gie

Akhir-akhir ini saya berpikir tentang banyak hal, sampai kadang saya merasa bingung apa yang sebenarnya yang saya pikirkan. Seperti berawal tetapi tidak ada ujung, demikian, demikian, dan demikian, penuh lalu yang tidak berujung titik. Di tengah-tengah itu muncul pertanyaan, sudah sampai mana diri saya saat ini berada? Saya meyakini hidup adalah proses yang penuh dengan titik transit. Titik transit yang seharusnya sebagai tanda saya berproses untuk mencapai kualitas yang lebih baik. 

***

Berjuang dalam definisi sederhana, artinya tidak berhenti. Kalimat yang menjadi headline di kepala semalaman. Ketidakpuasan menandakan ada yang salah dengan cara saya berkomunikasi denganNya, ya, sepertinya untuk hal ini saya harus mengakui masih sangat transaksional denganNya. Padahal banyak hal yang patut disyukuri, dan kekerdilan hati untuk beriman dengan kualitas  menjadi pekerjaan yang harus segera diselesaikan. Saya takut tersesat. 

Saya terinspirasi pada Magelhaens. Sejarah telah mencatatnya sebagai pelaut Eropa pertama yang sampai di Benua Asia dan patutlah ia berbangga sebagai seorang pelaut yang diperhitungkan karena telah menemukan Pasifik,  samudera terluas di dunia. Ketika ilmuwan secara presisi memperhitungkan jarak bumi ke bulan, ia justru melakukan ‘perjudian’ dengan alam untuk menemukan kepulauan rempah-rempah . Actions speak louder than words. Hal yang saya pikir layak dilakukan untuk sebuah mimpi yang ia ingin kejar. Penasaran itu bisa membunuh kalau hanya ditanggapi dengan diam. 

Saya yakin Magelhaens berjuang, yang didapati dalam perjalanannya bukan pulau dengan dengan cahaya-cahaya suar, tapi gelombang tinggi, badai, dan ancaman lain. Ia mencari peradaban dari arah matahari terbit, mencari daratan penghasil rempah yang menjadi kebutuhan kaumnya. 

Pada sisi ini, sebuah motivasi muncul. Ketidakpuasan bukanlah hal yang harus dituruti dengan kemarahan. Saya diingatkan lagi hari ini, ketika saya bangun ada rasa yang salah ketika saya lupa mengucap terimakasih kepadaNya. Durasi transit ini akan semakin lama ketika saya tidak cepat belajar, tidak cepat berlari dan mengejar, dan tidak bergegas menentukan arah. Akan ada gelombang pasang, akan ada badai yang tidak tahu kapan datangnya, akan ada bahaya lain yang harus dilewati untuk mencapai titik transit selanjutnya. Pilihannya ada di saya sendiri, diam atau berjuang.

***

                   - a sailor who sailed the ocean with Beacon of Light -

Friday, May 10, 2013

Selamat Datang, Peka Untuk Syukur


Kalimat-kalimat positif yang diujar menjadi motivasi. Sebaliknya ketika kutub kalimat itu menjadi negatif, yang ada hanya keluhan dan kadang caci  maki soal kehidupan. Banyak hal menuntut untuk didefinisikan dan dimengerti dalam keterbatasan waktu. Apa yang tidak dimengerti seringkali bertransformasi menjadi output keluhan. Kemudian, kita sering lupa bahwa ada kata kunci bersyukur dalam area bernama kehidupan. 
Semua tergantung pada masing-masing hati untuk menjaga konektivitas dengan Sang Pencipta. Bagaimana Tuhan berbicara, fokus peka yang akan menjawabnya. Kadang tidak perlu sunyi untuk dapat menemukan jawaban tersebut, tapi keinginan untuk melihat sekitar, melihat bahwa kondisi yang kita nikmati adalah yang terbaik yang bisa kita nikmati sekarang.
Ada sesal, ada harapan. Apa yang tidak bisa kita rubah adalah masa lalu, namun usaha untuk memperbaikinya terbuka dalam sejuta kesempatan. Sebaik titik-titik peka yang muncul untuk melihat, merasakan, dan melakukan perbaikan terbaik yang bisa kita lakukan, bersyukurlah dan rasakan tiap detiknya Hani!