“Dunia ini adalah dunia yang aneh. Dunia yang hijau tapi
lucu. Dunia yang kotor tapi indah. Mungkin karena itulah saya telah
jatuh cinta dengan kehidupan. Dan saya akan mengisinya, membuat
mimpi-mimpi yang indah dan membius diri saya dalam segala-galanya. Semua
dengan kesadaran. Setelah itu hati rasanya menjadi lega.” - Soe Hok Gie
Akhir-akhir ini saya berpikir tentang banyak hal, sampai kadang
saya merasa bingung apa yang sebenarnya yang saya pikirkan. Seperti
berawal tetapi tidak ada ujung, demikian, demikian, dan demikian, penuh
lalu yang tidak berujung titik. Di tengah-tengah itu muncul pertanyaan,
sudah sampai mana diri saya saat ini berada? Saya meyakini hidup adalah
proses yang penuh dengan titik transit. Titik transit yang seharusnya
sebagai tanda saya berproses untuk mencapai kualitas yang lebih baik.
***
Berjuang dalam definisi sederhana, artinya tidak berhenti. Kalimat yang menjadi headline
di kepala semalaman. Ketidakpuasan menandakan ada yang salah dengan
cara saya berkomunikasi denganNya, ya, sepertinya untuk hal ini saya
harus mengakui masih sangat transaksional denganNya. Padahal banyak hal
yang patut disyukuri, dan kekerdilan hati untuk beriman dengan kualitas
menjadi pekerjaan yang harus segera diselesaikan. Saya takut tersesat.
Saya terinspirasi pada Magelhaens. Sejarah telah mencatatnya
sebagai pelaut Eropa pertama yang sampai di Benua Asia dan patutlah ia
berbangga sebagai seorang pelaut yang diperhitungkan karena telah
menemukan Pasifik, samudera terluas di dunia. Ketika ilmuwan secara
presisi memperhitungkan jarak bumi ke bulan, ia justru melakukan
‘perjudian’ dengan alam untuk menemukan kepulauan rempah-rempah . Actions speak louder than words.
Hal yang saya pikir layak dilakukan untuk sebuah mimpi yang ia ingin
kejar. Penasaran itu bisa membunuh kalau hanya ditanggapi dengan diam.
Saya yakin Magelhaens berjuang, yang didapati dalam
perjalanannya bukan pulau dengan dengan cahaya-cahaya suar, tapi
gelombang tinggi, badai, dan ancaman lain. Ia mencari peradaban dari
arah matahari terbit, mencari daratan penghasil rempah yang menjadi
kebutuhan kaumnya.
Pada sisi ini, sebuah motivasi muncul. Ketidakpuasan bukanlah
hal yang harus dituruti dengan kemarahan. Saya diingatkan lagi hari ini,
ketika saya bangun ada rasa yang salah ketika saya lupa mengucap
terimakasih kepadaNya. Durasi transit ini akan semakin lama ketika saya
tidak cepat belajar, tidak cepat berlari dan mengejar, dan tidak
bergegas menentukan arah. Akan ada gelombang pasang, akan ada badai yang
tidak tahu kapan datangnya, akan ada bahaya lain yang harus dilewati
untuk mencapai titik transit selanjutnya. Pilihannya ada di saya
sendiri, diam atau berjuang.
***
- a sailor who sailed the ocean with Beacon of Light -