Ini saya tulis hari minggu sore, di dalam mobil bersama bapak ibu adek perjalanan pulang dari pantai. Dengan perasaan yang campur tetapi tidak semanis es campur, saya coba menuangkan pikiran saya lewat tulisan *untuk sementara waktu* pada notes bb. Sebenarnya hal ini terjadi pada minggu dini hari, tetapi karena terlalu dalam, saya belum bisa berkata untuk menuangkan kemauan perasaan saya.
Entah apa yang ada di pikiran saya waktu itu, sampai2 saya berani berkata yang bisa dibilang agak 'menohok'. Sepertinya rasa takut sedang menyelimuti benak saya. Takut akan kehilangan seseorang, takut sakit hati, takut kecewa, takut jika nanti sesuatu yang datang itu tak seperti yang saya harapkan. Intinya saya TAKUT. Egois sekali ya saya ini. Padahal takut yang tak berujung itu hanya akan membutakan jalan menuju impian2 yang sudah saya rangkai sebelumnya.
Entah lah, saya terlalu cinta dengannya, tapi saya juga terlalu egois. Sebenarnya saya hanya takut kehilangan. Ahh saya ini layaknya anak kecil yang takut kehilangan mainan kesayangannya. Padahal saya hidup dengan berbagai macam rencana dan tujuan. Dan saya juga tau, dibalik rencana dan tujuan itu tersirat doa yang memohon persetujuan pada Sang Pencipta. Maka dari itu, jika saya ingin rencana dan tujuan saya di'acc' olehNya maka sebaiknya saya banyak berjuang untuk mendapatkan perhatian Sang Pencipta.
Mungkin saat itu saya kurang dibukakan pikiran, sehingga yang muncul hanyalah rasa pesimis dan kurang bersemangat. Saya rasa itu pertanda saya kurang perhatian atas karunia dan nikmatNya. Ini tulisan benar2 muncul dari pikiran dan perasaan saya sendiri ketika perjalanan pulang dari pantai bersama keluarga. Hal ini yang membuat saya sadar, bahwa saya seharusnya lebih bersyukur :)
Dalam sela sempit ketakutan pun masih terdapat harapan yang besar walaupun terkadang tertutup oleh ego masing2. Dalam sela sempit ketakutan masih menyimpan rasa, entah itu rasa benci rasa jengkel rasa kecewa, dan pastinya ada rasa rindu <3
Untuk seseorang di sebrang pulau sana, maaf jika saya banyak merepotkan anda. Maaf jika banyak kata maupun perbuatan saya yang menyinggung anda. Maaf jika saya sering membuat masalah. Maaf jika saya sering membuat anda memikirkan saya. Intinya saya minta maaf atas semua ulah yang saya buat, termasuk ulah karena pemikiran saya yang masih sempit ini.
Doa yang terbaik dari ku selalu mengiringimu. Smg di saat yang indah nanti kita dipertemukan dengan perasaan yang masih sama dg sekarang. Selalu ingat kata yang pernah kamu rangkai 'jagalah rasa ini agar tetap dan selalu manis'.
Udah segitu dulu, gak enak sama keluarga kl nanti saya terlihat berlama2 menulis memandangi bb dan membawa tisyu. Setelah menulis pada notes saya membisikkan pada relung hati sendiri 'bawalah segenggam harapan yang kuat dan besar. takhlukkan rasa takutmu. percayalah padaNya.' dan lalu saya tersenyum lebar sembari memandangi wallpaper bb (red: foto sepasang kekasih yang saling say halo :))
Wallpaper ini selalu menjadi alasan mengapa saya buka tutup kunci bb saya walaupun sms dan bbm tak kunjung menyapa. Yaa tidak lain karena ada senyum nya dan senyum saya di situ. Jadi senyum kan setiap dipandang :D
Sudah ahh, sekian. wass :)
Minggu, 110312
16.38wib
-yhp-
No comments:
Post a Comment