Sendu. Kadang rasa itu mengembun tebal di rongga hati. Menyisakan dingin yang menyesap perlahan, meretas hangat. Sendu memang menyebalkan. Dia handal memainkan emosi hingga hujan turun di sudut mata, mengaburkan pandang.
Namun, sendu tidak selalu suka dituduh sebagai pengacau.
” Bagaimana kamu bisa merasakan bahagia jika kamu tidak pernah bersapa denganku? Nanti semua emosi kau kira sama. “
Mungkin, sinar matahari baru akan muncul ketika hujan telah reda. Mungkin, kita membutuhkan sendu untuk lebih mengenal bahagia.
No comments:
Post a Comment