Monday, March 11, 2013

Ujian Tuhan


Tuhan mampu dengan berbagai caranya sendiri memberikan pelajaran kepada ciptaanNya. Seberapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk menguji kemampuan manusia, tidak penting. Tahun, hari, jam, menit, bahkan sepersekian detik akan memberikan pelajaran, jika saja kita dapat duduk dan memperhatikan.
Ingat kah akan suasana belajar? Ruang kelas dan kursi berjejer rapi dengan dinding-dinding yang dipenuhi gambar-gambar dan kata-kata motivasi. Seringkali kita tidak peduli dengan kelas dan isinya, tak jarang kita juga tidak peduli dengan guru yang sedang mengajar. Pikiran ini terlalu fokus pada hal lain di luar pelajaran, entah merencanakan pertemuan dengan teman, membayangkan akan kuliah apa nantinya, atau sekedar mencorat-coret buku dengan bosan. Jika mendapati kesulitan saat ujian, kita berteriak, memaki guru, meratapi nasib. Persis seperti murid-murid di sekolah terkadang kita memandang hidup ini. Lupa akan inti pelajaran yang diberi. Hanya mengeluh, menuntut jika ujian Tuhan terlalu sulit, rumit.
“Allah tidak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan hambaNya”, itu bukti cinta dari Tuhan yang tak terbantahkan. Tidak ada ujian yang kita tak sanggup lewati. Karena Tuhan, sebagai guru, tahu dan telah mengukur kemampuan kita. Maka jika Tuhan yakin, mengapa kita lunglai, berteriak, dan marah saat masa ujian tiba? Padahal Tuhan menguji, untuk meninggikan derajat hambaNya.
Duduk dan perhatikan. Tuhan menyematkan tanda cintaNya dimana-mana.

Surabaya, 08.03.2013

No comments:

Post a Comment