
Tuhan mampu dengan berbagai caranya sendiri
memberikan pelajaran kepada ciptaanNya. Seberapa banyak waktu yang
dibutuhkan untuk menguji kemampuan manusia, tidak penting. Tahun, hari,
jam, menit, bahkan sepersekian detik akan memberikan pelajaran, jika
saja kita dapat duduk dan memperhatikan.
Ingat kah akan suasana belajar? Ruang kelas dan
kursi berjejer rapi dengan dinding-dinding yang dipenuhi gambar-gambar
dan kata-kata motivasi. Seringkali kita tidak peduli dengan kelas dan
isinya, tak jarang kita juga tidak peduli dengan guru yang sedang
mengajar. Pikiran ini terlalu fokus pada hal lain di luar pelajaran,
entah merencanakan pertemuan dengan teman, membayangkan akan kuliah apa
nantinya, atau sekedar mencorat-coret buku dengan bosan. Jika mendapati
kesulitan saat ujian, kita berteriak, memaki guru, meratapi nasib.
Persis seperti murid-murid di sekolah terkadang kita memandang hidup
ini. Lupa akan inti pelajaran yang diberi. Hanya mengeluh, menuntut jika
ujian Tuhan terlalu sulit, rumit.
“Allah tidak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan hambaNya”,
itu bukti cinta dari Tuhan yang tak terbantahkan. Tidak ada ujian yang
kita tak sanggup lewati. Karena Tuhan, sebagai guru, tahu dan telah
mengukur kemampuan kita. Maka jika Tuhan yakin, mengapa kita lunglai,
berteriak, dan marah saat masa ujian tiba? Padahal Tuhan menguji, untuk
meninggikan derajat hambaNya.
Duduk dan perhatikan. Tuhan menyematkan tanda cintaNya dimana-mana.
Surabaya, 08.03.2013
No comments:
Post a Comment