Jangan merasa berkecil hati, jangan merasa blm pantas utk menjadi seseorang yg berhak utk dicintai. Manusia dianjurkan utk senantiasa bersyukur dengan apa yang ia miliki. Di sana banyak orang yg merasa sangat bahagia karena kehadiranmu dan bersyukur bisa mngenal dirimu.
Kita sama2 jauh dari sempurna, tapi bukan kesempurnaan yang dicari karena memang manusia tempatnya salah dan dosa, melainkan bagaimana utk melengkapi, mengajarkan yg baik, bahu membahu menyatukan tujuan menuju jalan yang di kehendaki dan di ridhoi-Nya.
Kita banyak mengambil pelajaran dari kesalahan2 yg tlah diperbuat, untuk tidak diulanginya lagi dan menyadarkan kita untuk berjalan ke arah yg lebih baik. Yang terpenting punya kemauan untuk terus berkembang menjadi lebih baik dan belajar dari kesalahan-kesalahan.
Darimu aku mendapatkan banyak pelajaran, kau tlah menyadarkanku, tlah menuntunku ke arah yang lebih baik. Bukankah itu tujuan hidup manusia..?,melakukan kebaikan untuk mencari bekal yang akan dibawa ke kehidupan yang kekal nanti.
Setiap manusia banyak kekhilafan dalam melakukan kesalahan yg tidak diinginkannya agar memperoleh pelajaran yg sangat berarti dan supaya kesalahan itu tidak terulang lagi.
Kemudian Apakah aku akan melepaskan seseorang yg tlah membawaku ke arah yg baik itu, tongkat bagiku untuk selamat dari kejamnya godaan dunia..?,kurang pantas sprti apa sosok orang yg sprti itu..?
Bukankah aku yg seharusnya tidak pantas untuk mencintai seseorang karena aku blm bisa mmberi contoh yg baik untuk orang lain yg kelak menjadi makmumku. Tapi aku akan bertanggung jawab memperbaiki kesalahan yg pernah ku buat, agar aku bisa menuntun makmumku ke jalan yg benar. Itu tekad dan tujuanku.
Seperti halnya ulat yang butuh proses metamorphosis untuk bisa berubah ke bentuk yang lebih indah, yaitu kupu-kupu. Indah bukan..?,
Bukankah kita saling tau pribadi sprti apa kita dulu. Kita berangkat bersama-sama, namun ditengah jalan yg terjadi kita banyak melakukan kesalahan yang melukai nilai indahnya kebersamaan. Lalu, apakah kita akan lepas begitu saja..?,tidakkah sebaiknya kita bertanggung jawab memperbaiki itu semua untuk mengembalikan makna indahnya kebersamaan..?, kita menyadari hal itu dan kita pasti bisa melakukannya.
Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf bagi hambaNya yang bertobat dan menuntun jalan orang2 yang bersungguh-sungguh mencari ridho-Nya.
Betapa bodohnya aku, betapa hinanya diriku yg tidak menyadari bahwa setiap sikap yang kau tunjukkan mempunyai makna yg sangat dalam dan berharga. Itu sungguh mengesankan bagiku.
Maafkan diri ini, maafkan jiwa ini yang kadang salah memahami betapa sesungguhnya mulia ilmu yang akan kau ajarkan.
Kau beda, lain dari yang lain. Itu yang membuatku selalu tersanjung padamu dan meneguhkan hatiku untuk bisa saling memberikan pelajaran dan slg menuntun ke arah yang baik.
Aku akan menunggumu hingga kau datang untukku di suatu hari tak bernama.
Tertanda,
(calon) Jodohmu.
.YHP.
No comments:
Post a Comment