Tuesday, January 31, 2012

Tugas Negara (part.1)

Bagaimana menjaga konsitensi dan komitmen terhadap capain-capaian itu...?

Bismillah :D
Menjaga komitmen = menikah
;)

Jwbannya simple, penjelasannya yg agak rumit, tp msh rumit rumusnya einstein kok ;)
Menurut saya, menjaga komitmen dan konsitensi pada intinya dg usaha dan doa.
Usaha, ya sprti yg dibilang slh satu motivator (red: kang ippho) memantaskan diri. Memantaskan diri pd Yang Kuasa terutama, lalu dg keluarga, pasangan, tetangga, masyarakat sekitanya lah.
Berproses bersama untk perbaikan diri jg sgt membantu dlm mjaga komitmen. Tentu nya dlm proses bersama itu akan menjalin komunikasi yg baik. Setiap ksalahan yg didapat hadapi dg ttp introspeksi diri. Tiada hari tanpa perbaikan diri ;) Ya perbaikan dan perbaikan

Doa, gak mungkin usaha itu berjalan dg sendirinya tanpa bantuan doa ;) Ya sprti yg dibilang motivator (ippho mneh) doa sepasang bidadari. Sepakat ?? Ya :D
Doalah yg mempermudah usaha. Doa lah yg memperkuat usaha. Doalah yg membuat kita menjadi ringan menjalani usaha yg seberat apapun (itu opini saya :D). Doa memang sgalanya.
Allah menciptakan kita berpasangan, itu diatur di ayat (tp aq lupa). Oleh sebab itu Dia pasti akan bertanggungjawab atas perintah tsb dg usaha dan doa yg dilakukan hambaNya.

Motivator sy pernah berkata:
Jodoh itu kita yg mnentukan, Allah tinggal acc. Jd tugas kita adalah mpercantik dan mperindah proses spy mudah untk mendapatkan acc tsb.
(Anonim, 2012). 

Yaa, mpercantik dan mperindah proses bisa dg cara menjaga komitmen dan konsitensi itu yaitu dg doa dan usaha yg uda kujelasin diatas.
Dan yg terpenting, Jagalah rasa ini agar tetap manis dan selalu manis :)
Hidup ini singkat, maka hiasilah, percantiklah dg hal2 yg indah ;)


Sekian jwban dr saya, krgnya mohon maaf.
Wassalam
-YHP-
10012012

No comments:

Post a Comment