
Kau dengarkan aibku berkali-kali, lalu sebentar saja kau tersenyum, selebihnya kau marahi aku, hingga sumpah aku benar-benar benci. kau bahkan tak peduli.
"sebenarnya dia tidak mau ada yang lain tahu, jangan beritahu ke siapapun ya...". selalu.. selalu kau malah menyuruhku diam selepas aku ucap kalimat itu, dan dengan muka datarmu kau alihkan perbincangan. Kau hargai aku dengan menutup telingamu. aku benci waktu itu.
Surakarta. 07.2012
sekarang aku cinta caramu membuatku benci waktu itu.
No comments:
Post a Comment