Kemarin yang berjarak beberapa menit, ada kabar bahagia dari seorang sahabat, ada pekerjaan yang tertinggal (lagi), ada sebuah buku kumpulan puisi, ada revisian skripsi untuk 8.40 pagi ini, ada sisa greentea latte yang tidak habis, ada semangat untuk bertahan, setidaknya untuk malam ini.
Apa kabar hati? Ia baik ketika menerima kabar bahagia, tersenyum lega untuk achievement yang diperoleh sahabatnya, “selamat menemukan amanah baru, kawan,bangga melewatkan fase sepersekian persen galau itu,” kata si hati.
Apa kabar hati? Kadang ceroboh itu membuat sesal menjadi betah tinggal. Ah, seandainya tadi tidak terburu-buru.
Apa kabar hati? Kumpulan puisi dalam sebuah buku yang diberikan oleh partner menulis terbaik, kata-kata semangat yang menenangkan sore kemarin.
Apa kabar hati? Banyak celoteh bila diteruskan, semua tentang kemarin.
Hai hati, apa kabarmu hari ini?
Kabar yang diinginkan dalam sebuah doa dalam hati itu sendiri.
No comments:
Post a Comment