Tuesday, June 12, 2012

Berbeda

Aku punya cara menyayangi yang berbeda denganmu.

Tidak ada ungkapan eksplisit berisi rangkaian huruf-huruf yang kau anggap sangat menenangkan. Seakan kau langsung dapat terlelap begitu aku ucapkan karena yakin aku tetap berada di sudut matamu ketika terbangun nanti.

Aku tidak akan sibuk menanyakan kabarmu, sedang dimana bersama siapakah kamu, hanya untuk memastikan kamu tahu bahwa aku begitu memperhatikanmu. Pun aku tidak akan menampakkan wajah panik ketika mengetahui kamu sedang kesakitan atau membutuhkan pertolongan karena aku ingin menjadi sisi yang menguatkan.

Punya cara menyayangi yang berbeda bukan berarti aku tidak ingin menyayangimu sama sekali.

Aku selalu mendoakanmu dalam diam agar kamu senantiasa diberi keselamatan. Tidak akan kubiarkan kamu kehausan sepulang kerja dan tidak menemukan segelas teh panas di meja makan. Aku selalu menyediakan telinga untuk mendengarkan kau bercerita dengan begitu bersemangat. Kupastikan kamu tidak akan kelaparan karena lamanya aku memasak makan siang. Tidak akan kuganggu waktumu bersenang-senang dengan buku dan gitar. Bahu ini pun akan selalu ada ketika kamu butuh dimanja. Tidak, aku tidak akan sesering itu memanjakanmu dengan kata-kata.

Sesederhana itu. Ah, aku bukan wanita yang pandai mengungkapkan apa yang aku rasakan.

Aku menyayangimu dengan caraku sendiri. Dan aku tidak akan menangis di depanmu jika aku tidak menjadikanmu pria yang istimewa di hati.

Lagi-lagi, dahimu mengerenyit tidak paham. Kemari, duduklah di sisiku sore ini. Boleh kita nikmati matahari senja bersama? Sembari bercerita dan aku ingin memelukmu, untuk pertama dan terakhir kalinya. []

No comments:

Post a Comment