Hari ini aku merasa dinginnya malam hari, menurut teori, ada probabilitas bahwa esok hari Ia masih memberi kehangatan melalui mentari.
Jadi, besok aku akan bangun pagi- pagi dan berkata pada diriku sendiri, untuk memilih hari macam apa yang akan aku lalui.
Hari ini aku boleh sedih karena hujan sepanjang hari atau bahagia karena taman di kampus mendapat siraman gratis di pagi hari.
Hari ini aku boleh berkeluh kesah karena udara yang sangat panas atau bersyukur karena aku tidak perlu repot mengenakan mantol dan membungkus sepatuku untuk berangkat ke kampus.
Hari ini aku boleh menggerutu karena harus memasak untuk seluruh anggota keluarga atau merasa bersyukur karena memiliki naungan jiwa dan raga.
Hari ini aku boleh mengomel karena jadwal kuliah yang padat atau lega karena orang tuaku masih memiliki cukup uang yang membuatku bisa duduk di bangku kuliah.
Hari ini aku boleh cemberut karena kondisi badanku yang kurang sehat atau bergembira karena aku masih dibiarkan hidup di dunia.
Hari ini aku boleh mengeluh atas tempat pakir yang jauh atau bersyukur karena aku masih memiliki kaki dan kendaraan.
Hari ini aku boleh mengeluh keberatan atas barang bawaan atau bersyukur masih bisa membeli laptop dan buku, serta tangan yang kuat menahan.
Hari ini aku boleh menduga bahwa aku orang termalang karena HP yang ketinggalan atau menghembuskan nafas karena aku punya waktu untuk diriku sendiri.
Hari ini aku boleh terkejut karena kuis mendadak Biologi dan Kesehatan Tanah atau bersyukur masih ada sisa ingatan di kepala atas apa yang telah aku baca satu jam sebelumnya.
Hari ini aku boleh sebal karena dosen TBT Kopi yang membatalkan kuliah atau bersyukur karena dapat meluruskan kaki dan mempersiapkan presentasi dengan lebih baik.
Hari ini aku boleh merasa sedih atas apa yang tidak diberikan orang tuaku saat aku beranjak dewasa, atau bersyukur karena kita terlahir berkat mereka.
Hari ini aku boleh merasa merana karena tidak memiliki cukup uang, atau aku akan berlaku riang karena ternyata aku masih bisa mencicip makanan.
Aku juga boleh vertigo atas tugas yang sama sekali tidak aku mengerti atau mengucap `thanks God !` atas 4 tutor yang siap melayani.
Hari ini aku boleh pusing membaca rangkaian kata sebelum masuk kuliah atau ceria karena artinya aku diajar oleh dosen yang pintar.
Hari ini aku boleh tertekan atas banyaknya tugas yang perlu dikumpul di hari Jumat, atau bersyukur karena Sabtunya hari libur.
Hari ini aku boleh merasa tidak ada waktu yang tersisa karena tanggung jawab di organisasi, atau merasa bahagia karena masih dipercaya.
Hari ini aku boleh sebal karena aku disuruh ini itu tentang pekerjaan orang tuaku atau bergembira karena artinya orangtuaku ingin aku belajar dari situ.
Hari ini aku boleh merasa ingin menampar orang- orang tersayang yang terkadang menyebalkan atau bersyukur masih memiliki sandaran.
Hari ini aku boleh melipat muka karena susahnya bertemu untuk mengerjakan tugas kelompok atau merasa nyaman karena masih memiliki teman- teman seperjuangan. :')
Hari ini aku boleh keletihan dan pegal otak pada sore hari, atau bernafas lega karena berarti aku bisa bekerja keras.
Hari ini aku boleh merasa patah hati atau bersyukur karena masih dicintai.
Wow, hari ini terbentang di hadapanku menunggu untuk dibentuk, dan di sinilah aku, sang pemahat yang siap membentuknya ke dalam rupa yang kuhendaki.
Bagaimana keadaan hari ini semua tergantung kepadaku. Dan aku harus menentukan hari macam apa yang kukehendaki.
Adapun kamu, bagaimana akan kamu jalani hari ini?
Karena,
hari ini kamu bebas memilih, apakah kamu akan menangis karena mawar- mawar itu berduri atau tersenyum karena duri- duri itu ditumbuhi mawar. :)
No comments:
Post a Comment