Hari ini, tepatnya malam jumat, kami (red: saya, niken, jojo) mahasiswi tingkat akhir salah satu universitas terkenal se-Surakarta merencanakan untuk merefresh pikiran dari segala macam persoalan (skripsi terutama). Tujuan kami adalah merilekskan pikiran, supaya tidak jenuh, maka dalam perbincangan kami tidak menyentuh bahkan menyinggung sedikit pun tentang skripsi. Yaa, karena beberapa hari ini pikiran kami selalu dipenuhi dengan skripsi, jurnal internasional, dkk.
Banyak yang kami obrolkan pada malam ini sambil menikmati alunan lagu yang disajikan oleh salah satu cafe di Solo yang bisa dibilang cukup terkenal. Cafe ini terletak di tepi perlintasan kereta, jadi tidak salah apabila sejak tiba di tempat tersebut kami menghitung berapa banyak kereta yang melintasi rel tersebut (ada 5 kereta, selama 1,5jam). Cafe tersebut tidak rame sekali, tapi kami suka dengan suasana yang adem ayem dan mendukung tujuan utama kami.
Sambil menunggu pesanan masing2 datang, kami saling bertukar cerita banyak sekali. Mulai dari yang seneng, anyel, sedih, mewek, greget sampai yang kesengsem. Yaa, begitulah perbincangan 'perempuan single yang berprinsip'. Saya bangga mempunyai sahabat2 tersebut yang penuh dengan tekad sebagai perempuan berprinsip. Kami masing2 mempunyai prinsip untuk mewujudkan impian2 tersendiri, yang apabila ditarik garis lurus adalah sebagai wanita 'karieeerrr' (gaya bicara niken).
Mulai dari membicarakan mantan2 kami yang masih suka bikin pikiran kesal sampai calon suami yang kami idamkan. Seru !! ..................................absen makan spaghetti dulu ya..........................................
Yak lanjot xD
Cerita dari Jojo, sang mantan yang susah diberitahu. Saya sering menyebutkan 'si lelaki yg otaknya belum nyandak' hhehe. Ya memang begitu pada kenyataannya. Dengan raut wajah anyel yang tersirat di mimik Jojo, tapi masih mampu untuk berkata2 menceritakan semuanya pada kita. Lalu Niken, yang menyibakkan mimik wajah kesengsem pada seorang pria teman seangkatan. Niken terkadang jeles pada Jojo yang 'dekat' dengan itu lelaki, sambil merengek "Mami, Jojo nakal ngaku2in dia calon suaminya" hhihi saya hanya membalas senyuman lebar xD. Dan kemudian saya yang menceritakan seorang pria salah satu kakak tingkat sekaligus motivator ketiga saya yang kini sudah merantau nan jauh di sana (Hai apa kabar ? xD), entah kapan kita akan bertemu (di saat tak bernama dan indah tentunya ;)
Kami memang memiliki kriteria sendiri untuk seorang 'calon' yang kami idamkan, tetapi nomer 1 tetap seagama (tidak bisa diganggu gugat !). Sekarang kami sedang menggiatkan perbaikan diri, untuk calon kami yang (semoga) juga melakukan hal yang sama.
Semua raut wajah, mimik kita lontarkan di cafe itu. Meja, kursi, minuman coklat yang kita pesan menjadi saksi cerita kita di malam itu. Indah :)
Janji ya, kita akan bertemu lagi entah berapa taun setelah tulisan ini ku publish, dengan keluarga pelengkap kita masing2. Smg apa yang kita lontarkan pada malam ini bisa kita petik hasilnya di kemudian hari. Sampai bertemu kembali di cafe dan kursi yang sama, di waktu yang tak bernama dengan segenggam kebahagiaan.
salam per'nyoklat'an
-YHP-
inspirasi: Maria Niken PA | Yohana Dyah A
No comments:
Post a Comment